Jumat, 21 September 2018

Pembunuhan Potong Kelamin, Tetangga Tak Ada yang Curiga

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. shutterstock.com

    Ilustrasi pembunuhan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Bogor - Tidak ada seorang tetangga pun yang menduga kematian Nasio Andi, 56 tahun, warga Kampung Dayeuh, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa, 11 September 2018. Pengusaha angkot yang juga disebut memiliki rumah kontrakan itu menjadi korban pembunuhan dan ditemukan dengan luka parah di kepala dan kelaminnya terpotong.

    Baca:
    Pembunuhan Potong Kelamin, Korban dan Pelaku Pernah Serumah

    Seorang tetangga, Ahmad, 35 tahun, mengatakan mendengar suara Nasio pada dinihari atau subuh sehari sebelum Nasio ditemukan tewas. Suara pertama terdengar seperti orang tercekik. Yang kedua didengarnya lebih jelas. Tapi lagi-lagi diabaikannya. “Suara kedua makin jelas, tapi saya biasa aja, emang si korban sering batuk,” kata Ahmad ketika ditemui pada Rabu, 12 September 2018.

    Selang beberapa saat, kata Ahmad, ada suara rolling door dibuka dan suara sepeda motor dipacu dengan kecepatan tinggi. Tapi itu pun tak memantik rasa curiganya. Keesokan harinya, dia mendapati banyak anggota polisi di rumah Nasio.

    Tetangga yang lain, M. Nur, 50 tahun, juga baru menyadari ada pembunuhan setelah keramaian tersebut. Dia berdalih korban atau Nasio selama ini dikenal sebagai pribadi yang tertutup. “Saya tahunya ya dia sudah bercerai dengan istrinya dan punya seorang anak, itu saja,” katanya.

    Sementara itu, seorang kerabat menuturkan bahwa Nasio memiliki hubungan bisnis dengan tersangka pembunuhan, S. Keduanya sempat berkongsi membangun usaha pangkas rambut tapi hanya bertahan tiga bulan.

    Baca juga berita sebelumnya:
    Pembunuhan di Cileungsi, Pelaku Potong Kelamin Korban
    Terdengar Dua Kali Teriakan di Malam Sebelum Pembunuhan Potong Kelamin

    Sejumlah tetangga menyebut S sering menginap di rumah Nasio selama bisnis pangkas rambut itu berjalan. Sejumlah ciri disebutkan tentang S, di antaranya pria yang berperawakan tegap, berpakaian rapi tapi bertutur kata lembut dan berlaku gemulai.

    Ihwal kecurigaan Nasio dan S menjalin hubungan yang lebih dari sekadar bisnis sebelum pembunuhan terjadi, si kerabat yang mengaku kemenakan Nasio itu mengatakan, “Soal itu saya juga kurang tahu, intinya dia hanya berteman dan sempat usaha bareng.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.