Jumat, 21 September 2018

Anies Baswedan Akan Turunkan Angka Pencemaran Sungai Era Ahok

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kebersihan Pemprov DKI Jakarta atau pasukan orange membersihkan sampah yang terbawa arus Sungai Krukut di Jakarta, 6 Juni 2017. Sampah-sampah yang sulit terurai seperti botol dan kemasan plastik masih menjadi salah satu masalah besar pencemaran di perkotaan. ANTARA/Aprillio Akbar

    Petugas kebersihan Pemprov DKI Jakarta atau pasukan orange membersihkan sampah yang terbawa arus Sungai Krukut di Jakarta, 6 Juni 2017. Sampah-sampah yang sulit terurai seperti botol dan kemasan plastik masih menjadi salah satu masalah besar pencemaran di perkotaan. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Dinas Lingkungan Hidup DKI menurunkan angka pencemaran lingkungan di sungai-sungai di Jakarta pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mencapai  60 persen menjadi 30 persen.

    Baca:
    Jokowi Ingin Ciliwung Seperti Cheonggyecheon, Anies Baswedan Bilang Begini

    Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Ali Maulana, mengatakan untuk mewujudkan obsesi tersebut kini pihaknya tengah menyusun rencana untuk mengatasi pencemaran sungai.

    Draf pengurangan pencemaran sungai tersebut ditargetkan selesai bulan ini. "Saya kira bulan September ini harus selesai roadmapnya," kata Ali. Salah satu isi draf itu adalah pemetaan penyebab tercemarnya sungai-sungai di Jakarta.

    Baca juga:
    Kali Item Era Ahok Bersih dan Jernih? Simak Cek Fakta Ini

    Menurut Ali, berdasarkan data Dinas LH DKI Jakarta, sepanjang 2016 hingga 2017, sebanyak 20 sungai di Jakarta tercemar berat hingga 60 persen. Angka pencemaran pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang 30 persen.

    Dari 20 sungai tersebut, di antaranya adalah Ciliwung, Cipinang, Angke, Mookevart dan Buaran. Ali mengatakan, pencemaran itu disebabkan oleh limbah tinja (black water) dan limbah industri maupun rumah tangga (grey water).

    Pencemaran sungai, ujar Ali, didominasi oleh limbah rumah tangga. "Kalau (limbah) rumahan itu 70 persen, yang industri perkantoran itu belasan persen," kata Ali.

    Baca juga: Pencemaran Sungai Cileungsi, Puluhan Emak-Emak Geruduk DLH Bogor

    Selain menyusun draf, Dinas LH DKI juga melakukan sosialisasi pembinaan kepada masyarakat untuk mencegah pencemaran sungai. "Pengecekan dari pelaporan warga juga ada," kata Ali.

    Draf tersebut, Ali menambahkan, selanjutnya diserahkan kepada Gubernur Anies Baswedan. Da berharap target tingkat pencemaran sungai di Jakarta berkurang seperti yang diharapkan, menjadi 30 persen seperti sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.