Jumat, 21 September 2018

Ini Sederet Masalah Utama di Jakarta Menurut Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan peta transportasi Jakarta kepada warga di dalam sebuah bus di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018. Tempo/Amston Probel

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan peta transportasi Jakarta kepada warga di dalam sebuah bus di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerinci sejumlah isu di Jakarta yang menjadi sorotan utamanya. Anies menyampaikannya ketika menyambut peserta program ASEAN Leader Programme di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Kamis, 13 September 2018.

    Baca:
    Anies Baswedan Akan Turunkan Tingkat Pencemaran Sungai di Era Ahok
    Kali Item Era Ahok Bersih dan Jernih? Simak Cek Fakta Ini

    Kepada para peserta, Anies Baswedan menyebutkan bahwa kemacetan dan banjir selalu muncul sebagai isu utama ketika membahas Jakarta. “Namun, jika ditanya masyarakat Jakarta secara keseluruhan, isu utama mereka adalah biaya hidup, akses air bersih, lapangan pekerjaan atau pengangguran, lalu pendidikan dan kesehatan," kata Anies dalam paparannya.

    Masalah ketimpangan sosial, Anies Baswedan menambahkan, menjadi tantangan terbesar bagi kota besar di Asia Tenggara seperti Jakarta. Dia sendiri mengaku menemukan masalah ketimpangan itu nyata selama berkeliling di Jakarta.

    “Untuk itu, kami sejak awal bertugas di Pemprov DKI Jakarta berusaha menerapkan konsep City 4.0, di mana pemerintah sebagai kolaborator dan masyarakat sebagai co-creator,” kata Anies Baswedan.

    Baca juga:
    Anies Baswedan Ralat Keputusan Soal Anggaran Shelter Bukit Duri

    Menurut dia, banyak sekali masalah di Jakarta yang membutuhkan partisipasi lebih dari masyarakat. “Solusi bukan hanya datang dari kami di pemerintahan," kata Anies Baswedan.

    ASEAN Leaders Programme merupakan kegiatan yang digelar organisasi nonprofit internasional Common Purpose untuk mencetak pemimpin lintas negara dan mengatasi isu-isu perkotaan. Mereka diharapkan bisa saling bekerja sama untuk tujuan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.