Jumat, 21 September 2018

Tawuran Pelajar SMK di Cileungsi, Polisi: Gengsi Antar Sekolah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;

    Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;

    TEMPO.CO, Bogor – Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Andy M Dicky mengatakan tawuran pelajar dari SMK Bina Pendidikan dan SMK Pijar Alam sudah sering terjadi. Penyerangan yang dilakukan siswa SMK Bina Pendidikan terhadap siswa SMK Pijar Alam pada Rabu malam lalu diduga dilatarbelakangi gengsi antar sekolah.

    Baca: Tawuran Pelajar Cileungsi Lamban Ditangani, Ini Alasan Polisi

    “Ya ini memang kerap terjadi, alasan penyerangan sementara karena gengsi antar sekolah,” kata Dicky kepada Tempo, Jumat 14 September 2018.

    Tawuran pelajar itu terjadi di Jalan Raya Cileungsi-Jonggol, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Seorang pelajar tewas dan satu lainnya masih kritis di Rumah Sakit Mary Cileungsi.

    Dicky menjelaskan kronologi penyerangan bermula pada Rabu malam sekitar pukul 23.00. Sekelompok pelajar dari SMK Bina Pendidikan menyerang sejumlah pelajar SMK Pijar Alam, Gunung Putri, yang tengah berkumpul.

    “Akibatnya terdapat dua orang, dimana satu orang meninggal dengan inisial SV dan satu luka berat berinisial FF karena luka bacokan, keduanya masih berusia 15 tahun,” kata Dicky.

    Setelah dilakukan penyelidikan, lanjut Dicky, didapatkan kurang lebih 14 terduga pelaku dengan rincian enam orang sebagai eksekutor, dua orang bawa senjata tajam, satu provokator dan yang lainnya turut membantu.

    “Kita amankan semua dan masih dilakukan observasi peran masing-masing, yang pasti eksekutor dan yang turut membantu berperan langsung akan dilakukan penahanan,” kata Dicky.

    Pelajar yang diduga sebagai eksekutor adalah MA, 16 tahun, RA (16), CAP (16), MI (16), MCW (18). Sedangkan SBS, WS, NT, IM, M, dan NS turut serta dalam tawuran.

    Baca: Pelajar Tawuran Divonis Penjara 4 Tahun, Ini Pertimbangan Hakim

    Siswa yang diduga bertindak sebagai provokator dalam tawuran yang menyebabkan satu pelajar tewas itu adalah MRM. Dua pelajar lain, I dan MB yang berperan sebagai penyimpan barang bukti senjata tajam. “Kesemuanya masih di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar SMK Bina Pendidikan, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ” kata Dicky.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.