Perimeter Utara Bandara Soekarno - Hatta Rampung Februari 2019

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta yang akan segera direlokasi karena pembangunan Runway ketiga. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Suasana Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta yang akan segera direlokasi karena pembangunan Runway ketiga. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Tangerang - Proyek pergeseran Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno - Hatta ditargetkan rampung pada Februari 2019. "Untuk konstruksi butuh waktu tiga bulan," ujar Senior Manager of Branch Communication and Legal, Bandara Soekarno-Hatta Febri Toga Simatupang, Sabtu, 15 September 2018.

    Baca: Penyebab Pembebasan Lahan Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta Molor

    Menurut Febri, pembangunan jalan baru dengan anggaran Rp 36 milyar, panjang 6 kilometer dan lebar 7 meter ini tinggal menunggu pembebasan lahan untuk runway tiga ini selesai. "Karena proyek ini sudah kontrak satu paket dengan Runway 3," katanya. Setelah pembebasan lahan selesai, Jalan Perimeter Utara yang baru langsung dibangun.

    Deputy Exucutive General Manager Airport Construction Division Project Area I, Doddy Dewayanto mengatakan berdasarkan informasi dari tim pembebasan lahan, proses pembebasan bidang tanah di Desa Bojong Renged dan Rawa Rengas area yang akan dibangun Runway 3 tinggal sedikit lagi. "Mudah-mudahan Oktober ini selesai, Jalan Perimeter Utara dibangun, sekitar Februari 2019 sudah bisa dioperasikan," katanya.

    Menurut Doddy, Jalan Perimeter Utara digeser sekitar 500 meter dari lokasi saat ini. Adapun trasenya, kata dia, masih sama dengan yang dulu dimulai dari Selapajang melewati Bojong Renged, persimpangan ke Dadap dan Jalan P2 Bandara yang berlanjut ke Bandara Soekarno-Hatta dan Tol Bandara.

    Doddy memastikan jika proses relokasi jalan ini benar benar dalam perhitungan dan pertimbangan yang matang. "Jalan baru dibangun dulu, kalau sudah siap digunakan barulah jalan lama ditutup,"katanya.

    Jalan Perimeter Utara sepanjang 7 kilometer merupakan salah satu akses dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta menuju arah Tangerang. Jalan ini mulai di operasikan sekitar empat tahun lalu, sebagai akses pengganti MI yang ditutup secara permanen.

    Vice President Of Corporate Commucation PT Angkasa Pura II Yado Yarismano, relokasi rute baru Jalan Perimeter Utara terkait dengan pembangunan landasan pacu (Runway) ketiga Bandara Soekarno-Hatta." Pindahnya rute jalan Perimeter Utara adalah bagian dari tahapan pembangunan Runway 3," katanya.

    Menurut Yado, Jalan Perimeter Utara yang ada saat ini akan digeser karena lahan jalan akan masuk dalam area landasan pacu." Untuk rute yang baru sedang disiapkan,"katanya.

    Yado mengatakan Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta yang menelan investasi Rp 2,6 triliun ini telah dimulai. Saat ini, sedang berjalan tahap prakonstruksi yaitu, pemerataan  tanah di sisi Runway Utara untuk  membangun jalur penghubung runway utara dan selatan di sisi timur atau East cross taxiway.

    Baca: Longsor di Perimeter Bandara Soekarno Hatta, 1 Korban Dievakuasi

    Pembangunan runway ketiga Bandara Soekarno - Hatta membutuhkan luas lahan sebesar 216 hektare.  Tanah yang dibebaskan mencakup wilayah Kota Tangerang yakni Kelurahan Selapajang Jaya dan Kelurahan Benda, serta wilayah Kabupaten Tangerang yaitu Desa Bojong Renged, Desa Rawa Burung, dan Desa Rawa Rengas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.