Skema Investasi Sampah Bantargebang Selesai Dua Pekan Lagi

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kisruh tak sampai Bantargebang

    Kisruh tak sampai Bantargebang

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta sedang menggodok skema investasi sampah di Bantargebang, Kota Bekasi, yang menggunakan sistem kerja sama pemerintah daerah dan badan usaha (KPBDU).

    "Mudahan-mudahan dalam 2 minggu selesai," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta Edy Junaedi dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 September 2018.

    Baca: Proyek Baru Summarecon, Kawasan Bantargebang Bakal Berkembang?

    Edy menjelaskan, pihaknya sedang melakukan pembahasan terkait revisi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 22 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur yang sudah ditetapkan pada 28 Maret 2018 lalu.

    Ketika pembahasan itu sudah selesai, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bisa menggunakannya sebagai acuan dalam melakukan kerja sama dengan pihak swasta. Namun, dia enggan menjelaskan soal isi mekanisme KPDBU tersebut dengan alasan agar tak menimbulkan kesimpangsiuran informasi kepada publik. 

    Sebelumnya, Pemprov DKI melalui Dinas Lingkungan Hidup telah menerima paparan untuk melakukan investasi teknologi dari PT Multi Energi Terbarukan (PT MET). Lewat teknik thermochemical melalui quasy pyrolysis, MET akan mengolah sampah di atas areal Bantargebang seluas 110 hektar itu dengan menggunakan cara meningkatkan nilai tata kelola sampah menjadi energi listrik.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.