Sabtu, 22 September 2018

Rapat Ikada, Anies Sebut 1945 Belum Ada Medsos Tapi Membludak

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana rekonstruksi rapat raksasa Ikada 1945 di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Ahad sore, 16 September 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Suasana rekonstruksi rapat raksasa Ikada 1945 di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Ahad sore, 16 September 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengagumi rapat akbar Ikada tahun 1945, dengan mengatakan sebanyak 200 ribu orang hadir dalam acara itu, atau hampir setengah dari jumlah warga Jakarta pada saat itu.

    Padahal, kata Anies, pada masa tersebut belum ada teknologi cepat untuk menyebarkan informasi seperti saat ini.

    "Waktu itu belum ada Twitter, Facebook, dan WhatsApp tapi informasi Ikada sampai ke masyarakat," ujar Anies di Monas, Ahad, 16 September 2018. "Ini membuktikan masyarakat memiliki peran menyampaikan dari mulut ke mulut. Jangan lupakan itu."

    Baca : Rekonstruksi Rapat Ikada di Monas Dihadiri Puluhan Pendekar Silat

    Dari kejadian itu, Anies menyampaikan pemerintah tidak boleh melupakan warga-warga kampung dan masyarakat bawah. Sebab, warga kampung tersebut telah mengibahkan tenaganya untuk menjaga semangat proklamasi dengan menyebarkan informasi soal rapat Ikada dari mulut ke mulut.
    Atlet pencak silat peraih mendali emas di Asian Games 2018, Hanifan Yudani, berfoto bersama masyarakat yang datang ke rekonstruksi Ikada 1945 di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Ahad, 16 September 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah.

    Ahad siang menjelang sore acara bertajuk "Samudera Merah Putih" berlangsung di lapangan Monas, Jakarta Pusat. Di sana, pertunjukan teatrikal berupa rekonstruksi rapat Ikada 1945 dilangsungkan.

    Ratusan orang mengenakan pakaian khas pesilat, membawa bambu runcing lengkap dengan bendera merah putih, merekonstruksi kembali peristiwa 73 tahun silam. Bahkan, hadir pula aktor yang memerankan Presiden Soekarno dan berpidato.

    Rangkaian acara ini akan berlangsung pada 16-20 September 2018. Selain apel rekonstruksi, panitia juga menggelar pameran foto dan diskusi sejarah di Balai Kota, Jakarta Pusat.

    Simak juga :
    Jakarta Belum Bebas Stunting, Ini Kata Anies Baswedan

    Sejarawan sekaligus penanggung jawab acara J.J. Rizal mengatakan, acara rekonstruksi sebagai upaya menambah bobot nilai sejarah pada apel peringatan rapat rakasasa Ikada yang rutin diperingati Pemerintah Provinsi DKI setiap tahun.

    Suasana rekonstruksi rapat raksasa Ikada 1945 di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Ahad sore, 16 September 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Adapun alasan Rizal melibatkan 76 organisasi silat tradisi Betawi dari 20 aliran, itu karena mayoritas peserta rapat Ikada 1945 adalah kampung dan pesilat. Sehingga pelibatan mereka akan semakin merekonstruksi peristiwa sejarah 73 tahun silam itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.