Pesan Kapolda Soal Modus Salah Kirim Paket Narkoba, Polisi: Hoax

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Dit Narkoba Polda Metro Jaya memeriksa paket-paket sabu yang gagal diselundupkan di Dermaga eks Hotel Mandalika, Anyer, Serang, Banten, 13 Juli 2017. ANTARA/Asep Fathulrahman

    Anggota Dit Narkoba Polda Metro Jaya memeriksa paket-paket sabu yang gagal diselundupkan di Dermaga eks Hotel Mandalika, Anyer, Serang, Banten, 13 Juli 2017. ANTARA/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan pesan berantai dari Kapolda soal paket narkoba salah kirim adalah hoax. Pesan hoax itu beredar di sejumlah grup WhatsApp. 

    Baca: Polisi Buru Penyebar Hoax Pemerasan Bermodus Penangkapan Narkoba

    Argo membantah Kapolda Metro Jaya Inspektur Jendera Idham Azis menyebarkan informasi agar warga Jabodetabek mewaspadai   peredaran narkoba bermodus salah kirim paket.

    "Tidak benar. Itu sudah lama," kata Argo saat dihubungi Tempo, Senin, 17 September 2018.

    Informasi itu tersebar di grup-grup Whatsapp yang diterima Tempo. Pembuka kalimat tertulis ada pesan Whatsapp dari Idham. Pesan diakhiri dengan tulisan Humas Polri.

    Isinya menyampaikan peringatan kepada ketua rukun tetangga dan rukun warga mengenai modus pengiriman paket dari luar atau dalam negeri.

    Tertulis bahwa ada paket yang sengaja dikirim ke beberapa alamat salah. Idham mengimbau agar warga tak menerima apalagi menandatangani kiriman barang dari orang tidak dikenal.

    Sebab, si pengirim yang menyamar menjadi petugas akan datang mengambil paket. Pengirim berdalih salah mengirimkan barang.

    "Siapa pun yang menandatangani tanda terima paket tersebut dapat menjadi tersangka lingkaran pengedar narkoba," tulis pesan itu.

    Baca: Polda Sebut Ganjil Genap Sepeda Motor Hoax, Ini Kata Dishub DKI

    Dalam pesan berantai itu tercantum, salah satu modus salah kirim paket terjadi di Magelang. Seseorang mendapat kiriman tas berisikan satu kilogram narkoba jenis metamphetamin dari Thailand.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.