Tawuran Pelajar di Bogor: 48 Jam, 2 Tewas, 1 Kritis

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswa korban tawuran pelajar terbujur kaku di kamar mayat RSUD Tangerang. MARIFKA WAHYU HIDAYAT

    Seorang siswa korban tawuran pelajar terbujur kaku di kamar mayat RSUD Tangerang. MARIFKA WAHYU HIDAYAT

    TEMPO.CO, Jakarta - TEMPO.CO, Bogor – Tawuran sadistis pelajar di wilayah Kabupaten Bogor membuat korban berjatuhan. Ini seperti yang terjadi Rabu malam dan Jumat sore pekan lalu. Dalam rentang 2x24 jam itu, 2 pelajar tewas, 1 kritis, dan 1 buron.

    Baca:
    Tawuran Sadistis Pelajar, Kapolres Bogor: Tak Segan Habisi Nyawa Korban

    Kepala Kepolisian Resor Bogor, Ajun Komisaris Besar Andy M Dicky, menerangkan kalau dua kejadian tawuran itu melibatkan pelajar SMP dan SMA yang masing-masing menyebabkan jatuh korban jiwa. Sebanyak 16 pelajar lalu ditangkapi.

    “Akibat kejadian itu sebenarnya ada tiga korban, dua diantaranya meninggal dan satu masih mengalami kritis,” kata Dicky, Senin 17 September 2018.

    Dicky menegaskan tawuran pelajar sudah tidak bisa ditolerir. Dia meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor ikut ambil tindakan dengan mencabut izin sekolah yang sering terlibat tawuran. “Daripada anak ini sekolah tapi tawuran terus, dan terus menambah korban jiwa, lebih baik dilakukan tindakan tegas,” kata Dicky.

    Baca juga:
    Polisi Buru Alumni SMA 32, Otak Tawuran Sadistis Pakai Air Keras

    Dia berharap Dinas Pendidikan bisa segera duduk bersama memanggil para guru untuk menentukan langkah selanjutnya menindaklanjuti kejadian tawuran yang sering berulang. Dicky juga menambahkan, peran serta masyarakat amat penting dalam mengantisipasi tawuran pelajar.

    Sedang dari kepolisian, Dciky menegaskan, “Kami tidak akan segan-segan, bagi siapa saja tertangkap bawa senjata tajam tidak sesuai fungsinya, jangan minta ampun, minta tolong dsb, pasti akan kami proses.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.