Cuit Soal Ahok, Fahrul Mengaku Satu Pikiran dengan Ahmad Dhani

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Dhani bersama kelompok yang menamakan diri Gerakan Nasional Cinta Prabowo (GNPC) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 17 September 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Ahmad Dhani bersama kelompok yang menamakan diri Gerakan Nasional Cinta Prabowo (GNPC) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 17 September 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Fahrul Fauzi Putra, Pimpinan Anak Cabang Gerindra di Cikarang Barat, mengaku memiliki kesamaan pikiran dengan Ahmad Dhani, terdakwa kasus ujaran kebencian.

    Pernyataan Fahrul menjawab pertanyaan jaksa dalam sidang kasus Ahmad Dhani  di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Senin 17 September 2018. 

    Baca juga: Saksi Geram Sama Ahok, Lalu Mencuit di Twitter Milik Ahmad Dhani

    “Saya yakin cuitan itu sudah satu pikiran,” kata Fahrul.  Dia melanjutkan, ”isi cuitan itu murni inisiatif saya sendiri. Pak De (Ahmad Dhani) ga tahu soal itu," ujar Fahrul.

    Di depan hakim, Fahrul mengaku dititipkan handphone oleh Ahmad Dhani yang sedang berkampanye dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati  Kabupaten Bekasi pada 7 Februari 2017.  Saat itu, dia menjabat Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Tim Kampanye Ahmad Dhani di Cikarang Barat.

    Saat itu dia menonton siaran berita soal sidang Ahok dalam kasus penistaan agama di televisi. Ahok  dan tim pengacaranya memarahi dan mengancam Ketua MUI KH Maruf Amin yang sedang menjadi saksi di persidangan tersebut.  

    Fahrul menjelaskan  dirinya geram dan marah karena terlihat seperti Ahok sedang menyidangkan KH Maruf Amin.  

    Fahrul lantas membuat konten cuitan di handphone Ahmad Dhani dengan tulisan: "Yg menistakan agama si Ahok... yg di adili KH Ma'ruf Amin... ADP."  Dia mengirimkannya ke Bimo,  pengelola akun Twitter Ahmad Dhani. Tak lama setelah itu, cuitan tersebut tampil di media sosial Twitter milik Ahmad Dhani.

    Jaksa bertanya tentang kata "ADP" di akhir cuitan.  Fahrul mengatakan tak tahu menahu. Ia mengatakan saat membuat cuitan tersebut ia tak menyertakan kata tersebut. 

    Jaksa bertanya lagi, mengapa Fahrul tidak menyebarkan konten itu di media sosial miliknya sendiri. Fahrul tak menjelaskan alasannya. Ia hanya mengatakan bahwa ia yakin cuitan itu sudah satu pikiran dengan Ahmad Dhani. 

    Cuitan yang dibuat oleh Fahrul tersebut dan dua cuitan lainnya, dilaporkan oleh Jack Boyd Lapian ke Polda Metro Jaya pada Desember 2017.  

    Simak juga: Neno Warisman dan Ahmad Dhani Batal Ikuti Jalan Sehat di Solo

    Akibat laporan Lapian, salah seorang pimpinan relawan Ahok-Djarot, Ahmad Dhani dijadikan terdakwa kasus menyebarkan kebencian

    Saat ini Ahmad Dhani didakwa jaksa menyebarkan kebencian dan diancam dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Jika terbukti, Ahmad Dhani bisa dipenjara hingga enam tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.