Bertemu Anies Baswedan, Tim Pemerintah Jepang Bahas Daur Ulang Sampah

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau proses pengerukan sampah di wilayah Muara Angke, Jakarta Utara pada Senin, 19 Maret 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau proses pengerukan sampah di wilayah Muara Angke, Jakarta Utara pada Senin, 19 Maret 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta –JAKARTA- Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Osaki, Prefektur Kagoshima, Matsumoto Shoji, hari ini bertemu dengan Gubernur Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat.

    Pertemuan keduanya membahas soal rencana proyek daur ulang sampah dan meminimalisir limbah dalam rangka tindak lanjut kerja sama pembangunan Jakarta Recycle Centre.

    Baca juga: Tempat Sampah Jerman, Anies Baswedan Akui DKI Belajar dari Risma

    “Kami datang dengan tim untuk melakukan penjelasan mengenai sistem tersebut,” kata Matsumoto di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Senin, 17 Agustus 2018.

    Matsumoto mengatakan Anies sepakat dan mendukung program transfer ilmu tersebut. Namun, menurut dia, masih perlu diadakan pertemuan kembali untuk membicarakan tahap lanjutannya.

    Menurut dia, Kota Oshaki hingga saat ini menjadi nomer satu di seluruh Jepang dalam hal mendaur ulang sampah. Prestasi tersebut telah dipegang selama sebelas tahun ke belakang.

    “Jadi kami memberikan saran mengenai sistem pengelolaan sampah menjadi bahan daur ulang di Osaki,” ujar dia.

    Namun, hingga saat ini, Anies Baswedan belum memberikan keterangan resmi soal kunjungan tersebut.

    Kementerian Lingkungan dan Kehutanan  mengatakan Provinsi DKI Jakarta menghasilkan sampah  70 ribu ton setiap harinya. Sebanyak 60 persen dari keseluruhan sampah yang ada merupakan sampah domestik atau rumah tangga.

    Selain sampah yang berada di darat, Pemerintah DKI kerepotan mengatasi masalah sampah laut yang mengendap di kawasan Teluk Jakarta. Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Ali Maulana Hakim membeberkan data bahwa sampah yang diambil dari laut 20-25 ton per hari. Sedangkan sampah yang diambil dari muara sungai mencapai 200-400 ton per hari.

    Jumlah itu tak sebanding dengan sampah di daratan yang begitu banyak, yakni 7.000 ton tiap hari. Masalahnya, sampah di sungai dan laut sulit diambil karena berada di kedalaman dan terombang-ambing ombak. Gubenur Anies Baswedan mendapat masukan dari  Pemerintah Kota Osaki, Prefektur Kagoshima, Jepang dalam hal daur ulang sampah.

    ADAM PRIREZA | AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.