DPRD DKI Coret Anggaran Pendamping OK OCE Rp 3,9 Miliar

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat meresmikan Gerai Tani OK OCE di Pusat Pelatihan Pertanian, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Selasa, 7 Agustus 2018. TEMPO/Adam Prireza

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat meresmikan Gerai Tani OK OCE di Pusat Pelatihan Pertanian, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Selasa, 7 Agustus 2018. TEMPO/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - DRPD DKI Jakarta sepakat mencoret anggaran sertifikasi bagi pendamping program One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship (OK OCE) Rp 3,9 miliar dari APBD-P 2018. Anggaran itu ditolak karena tidak terdapat dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2018.

    Baca: Perkumpulan OK OCE Bakal Perketat Izin Pakai Nama Brand, Sebab...

    “Sudah ya, didrop saja,” kata Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik dalam rapat Banggar di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, pada Senin, 17 September 2018.

    Sebelumnya, sejumlah anggota Dewan sempat berdebat ihwal urgensi anggaran sertifikasi pendamping OK OCE tersebut.

    Salah satu anggota Banggar, Pantas Nainggolan, tidak setuju anggaran ini diloloskan dalam APBD-P 2018. Menurut Pantas, pengajuan anggaran tersebut tidak direncanakan dengan baik. Sebab, kegiatan tersebut tidak terdapat dalam RKPD yang menjadi pedoman Pemprov DKI hingga akhir tahun.

    "Ini harus menjadi dasar pedoman kerja untuk seluruh SKPD," kata Pantas.

    Sementara itu, anggota Banggar Komisi B, Nur Afni Sajim, menilai sertifikasi tersebut penting untuk menunjang pelaksanaan program unggulan Pemprov DKI, yakni OK OCE.

    "Kalau mentornya tidak bersertifikasi, nanti OK OCE tahun 2019 tidak bisa jalan," kata Afni.

    Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (KUKMP) Irwandi mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk pelatihan dan uji kompetensi pendamping OK OCE.

    Menurut Irwandi, sebanyak 200 pendamping selama ini belum memiliki sertifikat profesi. “Ada 200 pendamping telah dilatih, tapi belum disertifikasi,” ujarnya.

    Irwandi menjelaskan, saat rekrutmen, pihaknya tidak mensyaratkan sertifikat profesi untuk para pendamping OK OCE. 

    Meski begitu, ia mengklaim para pendamping tersebut memiliki kompetensi serta berpengalaman dalam kewirausahaan. Menurut Irwandi, jika syarat itu dicantumkan sejak awal, tidak akan menarik para pendamping untuk mendaftar.

    "Karena kalau disyaratkan sertifikasi itu, belum ada yang melamar," ucap Irwandi.

    Kendati demikian, Taufik tetap memutuskan mencoret anggaran tersebut.

    Baca: Disebut Jual Barang Kedaluwarsa, OK Oce Mart di Kalibata Tutup

    Program OK OCE dikampanyekan Sandiaga Uno sejak 2016 ketika menyatakan niatnya sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Pada pilkada DKI 2017, OK OCE menjadi salah satu janji kampanye pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Saat ini, Sandiaga berniat membawa program yang sama saat ia berlaga dalam pilpres 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.