Senin, 17 Desember 2018

Pemilik Kendaraan Wajib Setor Email dan Nomor Telepon Per Oktober

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Kepolisian Ditlantas Polda Yogyakarta mengisi data pada aplikasi saat menerapkan elektronik tilang bagi pengendara yang melanggara lalu lintas di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, 15 Maret 2017. Penerapan elektronik tilang mempermudah masyarakat untuk membayar denda. TEMPO/Pius Erlangga

    Petugas Kepolisian Ditlantas Polda Yogyakarta mengisi data pada aplikasi saat menerapkan elektronik tilang bagi pengendara yang melanggara lalu lintas di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, 15 Maret 2017. Penerapan elektronik tilang mempermudah masyarakat untuk membayar denda. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mewajibkan pemilik kendaraan untuk memberikan nomor telepon dan alamat email saat mengurus dokumen kendaraan. Kebijakan ini diambil karena polisi akan menerapkan sistem tilang elektronik atau e-tilang.

    Baca: Polda Metro Jaya Uji Coba Tilang Elektronik Awal Oktober

    "Setiap ada pemilik kendaraan baru maupun pemilik kendaraan lama, yang mau mutasi dan sebagainya, kami registrasi dan imbau untuk memasukkan nomor telepon dan alamat email," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf, Selasa, 18 September 2018. “Begitu juga dengan pemilik kendaraan lama yang hendak memperpanjang surat kendaraan.”

    Sebab, kata Yusuf, dalam sistem tilang elektronik nanti polisi akan memberitahukan adanya pelanggaran melalui telepon dan email.

    Sistem tilang elektronik yang dinamakan electronic traffic law enforcement (E-TLE) akan diuji coba pada Oktober 2018 di ruas Jalan Sudirman-Thamrin. Sistem ini mengandalkan kamera pemantau untuk merekam setiap pelanggaran lalu lintas.

    Selama masa uji coba, polisi memasang empat kamera di persimpangan sepanjang Jalan Sudirman- Thamrin. Polisi masih membahas titik persimpangan yang perlu dipasang kamera itu.

    Cara kerja kamera ini dimulai dengan menangkap gambar kendaraan di setiap persimpangan terpilih. Kendaraan yang melanggar akan terekam kamera. Data kendaraan berupa gambar dan nomor polisi langsung masuk ke markas TMC Polda Metro Jaya.

    Selanjutnya, empat petugas TMC akan memverifikasi apakah kendaraan itu benar melanggar lalu lintas. Pelanggaran yang dimaksud seperti melewati markah jalan, menerobos lampu lalu lintas, dan melawan sistem ganjil genap.

    Baca: Tilang Elektronik, Ahok: Tak Ada Lagi Prit Gocap

    Polisi kemudian menerbitkan surat tilang yang dikirim ke alamat pemilik kendaraan. Surat tilang dibuat di hari yang sama dengan waktu pelanggaran. "Kalau sudah ada nomor telepon dan alamat email, kami kirimkan surat tilang melalui email," kata Yusuf. "Jadi apapun yang terjadi terhadap kendaraan nanti, informasi bisa langsung masuk ke mereka."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".