Dokter: Suami Pernah Minta Aisyah Stop Kerajaan Ubur Ubur

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruangan khusus caleg yang mengalami gangguan Jiwa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang, Banten (26/3). Pihak RSUD menyediakan ruangan khusus caleg yang mengalami gangguan jiwa dan depresi akibat pemilu. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Ruangan khusus caleg yang mengalami gangguan Jiwa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang, Banten (26/3). Pihak RSUD menyediakan ruangan khusus caleg yang mengalami gangguan jiwa dan depresi akibat pemilu. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil pemeriksaan kejiwaan Aisyah Tusalamah Baiduri mengungkap sejumlah kisah seputar asal mula Kerajaan Ubur Ubur. Terungkap pula bagaimana suami Aisyah, Rudi Chairil Anwar, tidak mendukung keyakinan istrinya sebagai pemimpin kerajaan yang belakangan dicap MUI setempat sebagai aliran sesat tersebut.

    Baca:
    Dokter Terangkan Isi Pikiran Aisyah, Ratu Kerajaan Ubur Ubur

    “Suaminya sendiri saat Aisyah mulai bicara hal-hal seperti itu sudah melarang karena dianggap menyimpang,” tutur Safitri Wulandari, ketua tim dokter yang memeriksa Aisyah di Rumah Sakit Jiwa Soeharto Herdijan Grogol, Jakarta Barat, Senin 17 September 2018.

    Rudi adalah seorang tuna netra yang membuka praktik pengobatan alternatif. Ia juga berjualan burung dan bekerja di pemancingan ikan dekat rumahnya di Gang Tower Pemancingan, Sayabulu, Kota Serang.

    Ketua RT 02 RW 07 di Sayabulu, Surya Miharja, pernah menyatakan kalau Rudi dikenal sebagai pribadi yang baik dan cukup disegani masyarakat. Rudi disebutkannya bisa dekat dengan banyak orang termasuk dirinya.

    Menurut Surya, Rudi menikahi Aisyah pada 2013. Saat itu Aisyah berstatus janda satu anak, sedangkan Rudi duda dengan satu anak. Keduanya kemudian dikaruniai seorang anak.

    Baca:
    Dokter Bilang Ratu Kerajaan Ubur Ubur Psikosis, MUI Tidak Percaya

    Kemampuan Aisyah membina rumah tangga dan bahkan memiliki seorang anak dengan Rudi yang melatari keyakinan MUI Kota Serang bahwa yang bersangkutan tidak mengalami gangguan jiwa.  MUI mendesak kepolisian tetap memproses hukum Aisyah hingga ke pengadilan.

    Sebelumnya Safitri dan timnya menyimpulkan kalau Aisyah psikosis atau tergolong gangguan jiwa berat. Mereka merekomendasikan Aisyah mendapat perawatan. “Kami bisa melihat kalau orang ini tidak sedang berpura-pura dalam menceritakan apa yang dia alami,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.