Kepada Pendaftar CPNS DKI, Anies Baswedan Peringatkan Soal Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memberi sambutan dalam acara open house Balai Kota kepada bakal calon CPNS DKI, di Ruang Balai Agung, Jakarta Pusat, Selasa, 18 September 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memberi sambutan dalam acara open house Balai Kota kepada bakal calon CPNS DKI, di Ruang Balai Agung, Jakarta Pusat, Selasa, 18 September 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta para pendaftar calon pegawai (CPNS) tak silau dengan gaji di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Anies meminta mereka meluruskan niat untuk mengabdi dan membuat perubahan pelayanan yang lebih baik.

    Baca:
    Ini Kuota Pendaftaran CPNS 2018 untuk Jakarta dan Sekitarnya

    “Jangan sampai hanya mengejar kompensasi yang lebih tinggi dari tempat lain, yang dibanding swasta pun DKI kadang-kadang bisa lebih tinggi," kata Anies Baswedan saat menerima 100 orang pendaftar CPNS 2018 di Balai Kota DKI, Selasa 18 September 2018.

    Anies Baswedan mengajak 100 pendaftar itu berkeliling Balai Kota serta mengundang tanya jawab dengan dirinya. Dalam kegiatan yang disebut sebagai open house itu, Anies sekaligus memberikan gambaran bagaimana bekerja dan berkarier di lingkungan Pemerintah DKI.

    Anies Baswedan menegaskan keinginannya agar Pemerintah DKI mendapatkan rekrutan yang terbaik. “Yang datang karena memiliki motivasi perubahan untuk mendorong terobosan,” kata Anies.

    Baca:
    Pendaftaran CPNS 2018, Bekasi Arahkan ke Dua Bidang Ini

    Pemerintah DKI Jakarta membuka pendaftaran CPNS 2018 sebanyak 3244 formasi. Jumlah mengikuti kuota yang didapat dari pemerintah pusat ini kemudian dibagi untuk jalur umum dan honorer K2. Untuk jalur umum, ada 2919 lowongan yang disediakan.

    Rincian untuk pendaftar CPNS umum itu adalah 490 untuk tenaga kesehatan, 726 tenaga teknis administrasi, dan 1703 untuk tenaga guru. Sedangkan jalur honorer K2 terdiri dari 323 untuk tenaga pendidikan dan 2 untuk tenaga kesehatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.