Menteri Hanif Soal TKA Cina Viral: Mereka Tenaga Profesional

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menaker Hanif Dhakiri melakukan inspeksi mendadak ke PT Huaxing, di Jl Narahong KM 20, Cilengsi Kabupaten Bogor. Foto: Istimewa

    Menaker Hanif Dhakiri melakukan inspeksi mendadak ke PT Huaxing, di Jl Narahong KM 20, Cilengsi Kabupaten Bogor. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Bekasi - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengatakan, tenaga kerja asing atau  TKA Cina yang viral di media sosial sedang mengukur tanah di Jatimulya, Bekasi merupakan karyawan dari PT. Sinohydro. Perusahaan ini adalah vendor PT  Kereta Cepat Indonesia Cina yang menggarap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

    “Sudah ada penjelasan dari PT. Sinohydro dan KCIC," kata Hanif  Dhakiri di sela pembukaan Job Fair di Balai Besar Pendidikan Latihan Kerja, Bekasi, Rabu, 19 September 2019.

    Baca juga:  Heboh Video TKA Cina Ukur Tanah di Bekasi, Ini Kata Adhi Karya

    Menurut dia, TKA yang direkam oleh warga Jatimulya lalu viral, tak bermasalah. Mereka mengantongi izin sesuai yang diterbitkan oleh Kementerian Tenaga Kerja.

    Soalnya, tiga dari empat orang adalah tenaga ahli di bidang geologis enginer, geodetil enginer, dan survey enginer.  "Kalau dilihat dari jabatannya, mereka adalah tenaga kerja yang profesional," kata dia.

    Ia mengatakan, para TKA tersebut sedang melakukan pekerjaannya yaitu mengukur tanah untuk menentukan kekuatan pondasi kontruksi jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung.

    "Pekerjaan ini melibatkan tenaga ahli, jadi dari sisi keberadaannya tidak masalah, jabatannya juga tidak masalah," ujar Hanif.

    Ia mengatakan, tak seharusnya TKA tersebut viral di media sosial, jika tenaga kerja pendamping dapat menjelaskan kepada masyarakat ihwal keberadaannya. Apalagi, kata dia, di lokasi tersebut sedang proses pembebasan lahan.

    "Karena tak dapat menjelaskan, sehingga menimbulkan kecurigaan, dikesankan ilegal, tenaga kasar," kata Hanif.

    Simak juga: Video Viral TKA Cina Ukur Tanah di Bekasi, Polisi: Salah Lokasi

    Hanif juga membenarkan TKA asal Cina yang merupakan pegawai dari PT. Sinohydro itu sempat dibawa oleh Kantor Imigrasi Kelas II Karawang pada awal pekan ini.

    Namun, karena dokumennya lengkap, TKA Cina yang jadi viral itu dilepaskan kembali. Keenamnya adalah Fu Zhibo, Wu Min, Shen Li, Tan Yunbo, Lan Zhibing, dan Tian Zhi Guo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.