Siswa Penari Ratoh Jaroe Asian Games Tetap Berharap Dapat Honor

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan penari membawakan tarian Ratoh Jaroe dalam pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu, 18 Agustus 2018. INASGOC/Boy T. Harjanto

    Ribuan penari membawakan tarian Ratoh Jaroe dalam pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu, 18 Agustus 2018. INASGOC/Boy T. Harjanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 169 siswa SMA Negeri 6 Jakarta dilibatkan sebagai penari Ratoh Jaroe dalam pembukaan Asian Games 2018. Pelajar-pelajar itu berharap bisa mendapatkan honor seperti yang pernah dijanjikan sebelumnya. "Belum ada yang dibayar," kata seorang siswa saat ditemui di sekolahnya pada Kamis, 20 September 2018.

    Baca:
    Sekolah Ini Akhirnya Bagikan Honor Siswa Penari Ratoh Jaroe Asian Games?

    Menurut siswa yang tidak mau disebut namanya itu, kepala sekolah sudah menyampaikan SMA 6 telah menerima uang dari panitia Asian Games sebesar Rp 523,7 juta. Sebagian uang itu digunakan untuk kepentingan konsumsi dan transportasi para siswa selama latihan. “Sisanya Rp 137,24 juta bakal diberikan kepada siswa yang terlibat, dan Rp 116,4 juta untuk fasilitas sekolah yang telah digunakan untuk latihan,” kata siswa tersebut.

    Padahal, kata dia, fasilitas sekolah yang digunakan untuk latihan hanya lapangan dan pengeras suara. "Transportasi ke sekolah kami sendiri-sendiri," ujarnya. Bahkan, saat latihan di Gelora Bung Karno, siswa dijanjikan bakal difasilitasi dengan armada Big Bird. Namun, kenyataannya, dari 13 kali latihan, baru sekali menggunakan Big Bird. "Sisanya pakai bus lain. Bahkan, ada yang tidak ber-AC." 

    Baca:
    Selain Honor, Siswa Penari Ratoh Jaroe Asian Games Juga Dapat Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.