Nasib Program OK OCE Dipertanyakan, DKI Percepat Proses Pemasaran

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat meresmikan Gerai Tani OK OCE di Pusat Pelatihan Pertanian, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Selasa, 7 Agustus 2018. TEMPO/Adam Prireza

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat meresmikan Gerai Tani OK OCE di Pusat Pelatihan Pertanian, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Selasa, 7 Agustus 2018. TEMPO/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Koperasi dan UMKM DKI Jakarta berjanji mempercepat tahap P5 atau pemasaran peserta OK OCE. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DKI Jakarta Irwandi mengatakan percepatan tersebut dilakukan agar pelaku usaha dapat menerima kredit dari Bank DKI.

    Baca: DPRD DKI Coret Anggaran Pendamping OK OCE Rp 3,9 Miliar

    "Kami akan percepat untuk tahap pemasaran. Targetnya mereka sudah punya usaha dan diberi tempat berjualan. Dari situ Bank DKI bisa menyalurkan kredit," katanya ketika dihubungi, Jumat 21 September 2018.

    Nasib program OK OCE dipertanyakan setelah Sandiaga Uno hengkang dari kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta dan maju Pilpres 2019. Masalah yang dihadapi peserta OK OCE ini mencuat setelah OK-OCE Mart di Kalibata tutup. Bahkan DPRD DKI mencoret anggaran pendamping OK OCE dari APBDP 2018.        

    Irwandi menuturkan pelaku OK OCE yang sudah masuk tahap P5 pemasaran dan berpeluang mendapat akses permodalan baru mencapai 3.000 peserta.

    Irwandi menargetkan peningkatan antara 50 persen hingga 60 persen peserta OK OCE memiliki tempat usaha hingga akhir 2018. Dia tak menampik salah satu kendala Bank DKI sulit memberikan akses kredit karena pelaku UKM belum mempunyai sarana pemasaran yang mumpuni, khususnya tempat usaha.

    Adapun, bantuan modal yang dapat diberikan sebesar Rp5 juta-Rp10 juta per pelaku usaha.

    "Kalau perbankan memang syarat-syaratnya sangat ketat sebelum memberi kredit. Kami inginnya pelaku OK OCE mendapat bantuan modal dari Bank DKI, tetapi kami juga cari dari pihak lain seperti Lembaga Dana Bergulir Pemerintah," jelasnya.

    Baca: Perkumpulan OK OCE Bakal Perketat Izin Pakai Nama Brand, Sebab...

    Seperti diketahui, ada 7 tahap yang harus dilalui pelaku usaha OK-OCE. P1 adalah pendaftaran, P2 pelatihan, P3 pendampingan, P4 perizinan, P5 pemasaran, P6 pelaporan keuangan dan P7 permodalan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.