Sebelum Dibagikan, Siswa Penari Asian Games Tak Tahu Ada Honor

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petisi honor pelajar penari Ratoh Jaroe dalam Pembukaan Asian Games 2018 di situs Change.org

    Petisi honor pelajar penari Ratoh Jaroe dalam Pembukaan Asian Games 2018 di situs Change.org

    TEMPO.CO, JakartaSiswa SMAN 70 Jakarta mengaku tak tahu-menahu honor sebagai penari Ratoh Jaroe atau tarian lainnya untuk pembukaan Asian Games 2018. Tari-tarian yang mereka bawakan melengkapi kemegahan pesta yang digelar pada 18 Agustus lalu

    Baca berita sebelumnya:
    Akhirnya Siswa Penari Ratoh Jaroe Asian Games Terima Honor.

    Mereka baru memahami adanya honor itu setelah ramai pemberitaan di media massa. Termasuk kemudian diterbitkannya petisi online oleh FORUM MPK OSIS 2017-2018 berjudul 'Hak Siswa Indonesia Terhadap Fee Asian Games'. Hingga saat berita ini dibuat, sebanyak lebih dari 6000 orang menyatakan mendukung petisi tersebut.

    Honor telah dibagikan bersama sertifikat pada Jumat 21 September 2018. Tapi sebelumnya tak ada informasi sama sekali. Setidaknya ini menurut beberapa siswi Kelas XII yang ditemui di sekolah itu pada Jumat.

    Tidak ada dibahas kalau setiap latihan itu dibayar,” kata seorang di antaranya yang menolak namanya disebutkan. Dia yang tergabung dalam kelompok penari Ocean Dancers saat Asian Games lalu menambahkan, “Malah gurunya bilang tidak ada dan sempat nanya Inasgoc juga katanya tidak ada.”

    Baca:
    Siswa SMAN 6 Penari Ratoh Jaroe Antre Terima Honor, Ini Rinciannya 

    Mereka mengisahkan itu sambil menggenggam amplop berisi honor yang dimaksud. Jumlah nominal di dalamnya disebutkan bervariasi Rp 500-650 ribu. Amplop diterima bersama selembar sertifikat. “Kalau sertifikat, dari awal memang dijanjikan.”

    Untuk penampilannya di pesta pembukaan Asian Games 2018 lalu, para siswa itu menghitung menjalani latihan selama empat bulan sejak April 2018. Dalam satu minggu satu kali latihan. Hanya saja, latihan bertambah jadi seminggu tiga kali menginjak Agustus dari dekat

    Pengelola SMAN 70 tak memberi akses kepada Tempo untuk menyaksikan langsung proses pembagian honor . Namun, pada Kamis, Cecep Sulaiman, staf kesiswaan yang menjadi leaer siswa sekolah itu saat Asian Games 2018, menyebut uang Rp 200 ribu yang dialokasikan Inasgoc untuk siswa setiap latihan telah digunakan sebagian untuk transportasi dan konsumsi.

    Baca:
    Petisi Siswa Penari Ratoh Jaroe Asian Games Banjir Dukungan

    Cecep memberi keterangan menggantikan kepala sekolah yang disebutkan pensiun pada pekan lalu. Menurut dia, alokasi hanya untuk 13 kali latihan. "Untuk keterangan masalah ini (honor), Dinas Pendidikan juga telah mengeluarkan rilis resmi," kata Cecep.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.