Calon Wagub DKI dari PKS, Satpol PP Antisipasi Spanduk Provokatif

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Satpol PP perempuan melakukan simulasi pengamanan saat demo dalam  perayaan HUT Satpol PP ke-68 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, 26 April 2018. Gubernur Anies Baswedan menyampaikan jika di Jakarta Satpol PP memainkan peran yang penting untuk menjaga ketertiban masyarakat dan menegakkan semua peraturan daerah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Personel Satpol PP perempuan melakukan simulasi pengamanan saat demo dalam perayaan HUT Satpol PP ke-68 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, 26 April 2018. Gubernur Anies Baswedan menyampaikan jika di Jakarta Satpol PP memainkan peran yang penting untuk menjaga ketertiban masyarakat dan menegakkan semua peraturan daerah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Polisi Pamong Praja meningkatkan pengawasan usai munculnya beberapa spanduk berisi penolakan terhadap Wagub DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di sejumlah titik di Ibu Kota. Pengetatan pengamanan sejumlah titik rawan untuk mencegah adanya spanduk berisi hasutan provokatif atau ujaran kebencian.

    Kepala Satpol PP Yani Wahyu mengatakan, pengawasan itu dilakukan di sejumlah titik yang rawan dipasangi spanduk-spanduk provokatif.

    "Pengawasan kami untuk titik-titik rawan gangguan ketentraman dan ketertiban umum, kita floating petugas," kata Yani ketika dihubungi Tempo pada Sabtu, 22 September 2018.

    Baca : Satpol PP Cabut Spanduk Tolak Wagub dari PKS

    Titik rawan tersebut, kata Yani, adalah tempat-tempat yang banyak dilalui orang dan ramai Pedagang Kaki Lima (PKL). Selain itu, lokasi yang biasa menjadi tempat pemasangan reklame liar juga menjadi perhatian khusus Yani.

    "Seperti Monas, yang banyak pengunjung, itu mengundang gangguan ketentraman dan ketertiban umum," ucap Yani.

    Selain itu, Yani juga mengerahkan petugasnya untuk berkeliling secara berkala di lokasi selain titik rawan.

    Sebelumnya, terpampang selembar spanduk berisi penolakan terhadap wagub DKI asal PKS. Spanduk berwarna merah putih itu terpasang di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. "Tolak Calon Wakil Gubernur dari PKS!!!" Begitu kalimat yang tertulis pada spanduk.

    Pada bagian bawah terdapat tulisan 'Komite Aksi Mahasiswa dan Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) sebagai pihak yang bertanggung jawab atas isi spanduk.

    Yani sendiri telah memerintahkan jajarannya untuk membersihkan Jakarta dari spanduk-spanduk berisi ujaran kebencian dan hasutan sejak Kamis lalu. Yani memerintahkannya usai menerima laporan spanduk berisi penolakan wagub DKI dari PKS tersebut.

    Simak juga : Ini Kriteria Anies Baswedan Soal Wagub DKI yang Baru, Apa Saja?

    "Kemarin dua hari lalu, saya sudah perintahkan ke seluruh jajaran, mulai tingkat kelurahan kecamatan kota provinsi mengawasi spanduk, baliho, reklame, dan lainnya yang melanggar aturan untuk ditertibkan sesuai ketentuan," ucap Yani.

    Hingga saat ini ada dua nama calon wagub DKI yang bakal disodorkan PKS, yaitu mantan wali kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.