Senin, 22 Oktober 2018

Tol Serpong - Cinere, Ini Protes Warga Villa Asri Pondok Cabe

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan warga memprotes pembangunan jalan tol Serpong- Cinere yang melewati Situ Sasak, Senin 8 Januri 2018. Tempo/Muhammad Kurnianto

    Puluhan warga memprotes pembangunan jalan tol Serpong- Cinere yang melewati Situ Sasak, Senin 8 Januri 2018. Tempo/Muhammad Kurnianto

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Warga perumahan Villa Asri yang berada di Pondok Cabe, Tangerang Selatan memprotes proyek tol Serpong-Cinere karena rumah yang sudah di tinggali dari tahun 2010 terkena gusuran dan belum kunjung dibayarkan serta membahayakan kondisi rumahnya.

    "Tanah di belakang rumah saya sudah di keruk dan membahayakan karena tidak ada penyangganya lagi. Hanya tembok rumah, kalau hujan bahaya dan kalau ada getaran (akibat proyek tol) juga berbahaya, bisa roboh," kata perwakilan Warga Perumahan Villa Asean Cluster Villa Asri, kelurahan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang, kota Tangerang Selatan Arif Supriyono, Sabtu 22 September 2018.

    Baca : Tol Kunciran - Serpong Ditargetkan Beroperasi April 2019

    Menurut Arif dari 30 kepala keluarga, ada delapan kepala keluarga Perumahan Villa Asean Cluster Villa Asri yang rumahnya terkena proyek pembangunan tol Serpong Cinere.

    "Padahal dari awal sosialisasi di tahun 2013 dan sampai appraisal di tahun 2017 lalu selalu warga kami yang di panggil dan dilibatkan, setelah mau pencairan malah tidak di bayar- bayarkan ," ujarnya.

    Merasa heran tak dibayarkan, kata Arif, lalu warga Perumahan Villa Asean Cluster Villa Asri mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN) kota Tangerang Selatan untuk menanyakan pembayaran tersebut.

    "Pas kita ke BPN kita tanyakan ke mereka bagaimana kelanjutan pembayaran rumah kita, ternyata ada dua sertifikat kepemilikan, makanya sampai sekarang pembayaran rumah kita belum tersampaikan," katanya.

    Tidak hanya belum dibayarkan, lanjut Arif, tanah yang di keruk oleh pekerja juga mengganggu bangunan rumah, pasalnya saat dikeruk hanya menyisakan tembok rumah dan membahayakan.

    Simak :

    Aksi Vandalisme Pernah Timpa KRL, PT KCI: Korbankan Ribuan Penumpang

    Anies Buka Museum Betawi Pertam di Jakarta, Apa Saja Koleksinya?

    "Ngeruk tanah di belakang rumah sampai kedalaman kira- kira delapan meter, kalau hujan membahayakan sekali, ngeri longsor. Bahkan ada rumah warga yang temboknya sampai retak," katanya.

    Pekerja menggenakan alat berat di proyek pembangunan Tol Depok-Antasari atau Desari di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, 1 Juni 2018. Tol Desari kelak terhubung dengan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR), Ciawi–Sukabumi, dan Cinere–Serpong. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Arif juga mengatakan, warga hanya meminta pergantian haknya akibat proyek tol itu dan tidak menuntut lebih, apabila tidak diganti haknya lanjut Arif bagaimana warga mau pindah karena uang ganti belum dibayarkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.