Aksi Vandalisme, PT MRT Akan Lipatgandakan Personel Keamanan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengamati gerbong kereta saat meninjau pembangunan depo MRT di Lebak Bulus, Jakarta, Ahad, 1 Juli 2018. Fase pertama itu terdiri atas 13 stasiun yang menghubungkan Lebak Bulus hingga Bundaran HI. TEMPO/M. Taufan Rengganis.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengamati gerbong kereta saat meninjau pembangunan depo MRT di Lebak Bulus, Jakarta, Ahad, 1 Juli 2018. Fase pertama itu terdiri atas 13 stasiun yang menghubungkan Lebak Bulus hingga Bundaran HI. TEMPO/M. Taufan Rengganis.

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Operasional PT Mass Rapid Transit (MRT) Silvia Halim mengatakan penyusupan pelaku aksi vandalisme ke Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menjadi pelajaran untuk meningkatkan keamanan kawasan.

    "Bahkan, masalah ini juga pelajaran kami untuk lebih memahami identifikasi area (depo MRT)," kata Silvia, Ahad, 23 September 2018 terkait aksi vandalisme itu.

    Baca : Ini Ancaman Polisi Terhadap Pelaku Aksi Vandalisme di Kereta MRT

    Silvia mengatakan bakal menambah jumlah personel keamanan dua kali lipat setelah kejadian ini. Saat ini pihaknya sedang menginventarisasi jumlah personel keamanan area gedung, depo sampai yang patroli keliling kawasan.

    Selain itu, PT MRT juga sedang berfokus untuk membantu polisi agar cepat mengungkap kasus vandalisme di kereta MRT. "Kami berharap pelaku segera ditangkap dan diberi hukuman yang sesuai," ujarnya.

    Menurut seorang petugas keamanan yang tidak mau namanya disebut, pengawasan area luar Depo Lebak Bulus belum maksimal. Sebab, hanya dijaga satu orang secara bergantian.

    Kereta MRT Jakarta yang masih baru di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menjadi korban vandalisme, Jumat 21 September 2018 PT MRT dan kontraktor menggelar investigasi dan langsung meningkatkan keamanan di lokasi depo. Dok MRT Jakarta

    "Yang jaga cuma satu per shift-nya 12 jam," kata security itu saat ditemui di sekitar Depo Lebak Bulus, Sabtu, 22 September 2018.

    Simak juga :
    Jobfair UI, Anies Baswedan Ingin Lulusan Terbaik Daftar CPNS DKI

    Pengawasan, kata dia, semakin berkurang sejak dua pekan lalu karena PT Tokyo Wika Join Operation mengurangi lima orang personel keamanan. Kelima security yang dikeluarkan itu terdiri dari dua yang berjaga di dalam depo, satu di Aspol MRT dan dua di stasiun Fatmawati. "Mereka kena pengurangan," ujarnya.

    Kontraktor pengadaan rangkaian kereta MRT Jakarta telah mengadukan perihal aksi vandalisme tersebut ke pihak kepolisian. Aksi vandalisme tersebut ditemukan di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Jumat pagi, 21 September 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.