Dugaan Penganiayaan Anak di Bekasi, Ibu ke RS Masih Bau Alkohol

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto ilustrasi. Dok: StockXpert

    Foto ilustrasi. Dok: StockXpert

    TEMPO.CO, JakartaKomisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengabarkan kalau MM, 5 tahun, masih berjuang untuk keselamatannya dalam perawatan intensif di rumah sakit. MM, bocah perempuan yang tinggal di Perumahan Lingkar Prima Caman, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, diduga menjadi korban penganiayaan orang dekat keluarganya.

    Baca berita sebelumnya:
    Pulang dari Kafe, Ibu Temukan Anak Bersimbah Darah di Rumahnya

    Dalam keterangan tertulis yang disebarkan Sabtu 22 September 2018, KPAI menyebut MM mengalami trauma akibat benda tajam dan terdapat luka-luka yang cukup berat. MM ditemukan telah bersimbah darah di rumahnya oleh ibunya yang baru pulang menghabiskan malam dari kafe bersama teman-teman pria.

    “Pagi tadi dibawa ibu kandungnya yang masih berada di bawah pengaruh alkohol,” bunyi siaran KPAI.

    Dari keterangan sementara yang disampaikan kepada KPAI, MM saat itu bersama kakaknya yang berusia 7 tahun keadaan terlelap saat mendapatkan serangan atau penganiayaan. Sementara asisten RT, juga belum bisa memberikan keterangan karena saat kejadian, yang bersangkutan dikunci dalam ruangan.

    Keterangan lain, si asisten rumah tangga kabur karena diancam diperkosa. "Polisi masih menyelidikinya, pelakunya belum ketahuan," ujar Komisioner Perlindungan Anak Indonesia, Kota Bekasi, Ruri Arif Rianto, ketika diminta konfirmasinya Sabtu malam, 22 September 2018.

    Baca juga:
    Polisi Buru 20 Tahanan Kabur dari Polres Kepulauan Seribu
    Parade Momo Sambut Asian Para Games 2018 Digelar di Monas

    Adanya dugaan penganiayaan itu diketahui setelah rumah sakit memberi laporan kepada KPAI sebagai bagian tindak lanjut kerja sama keduanya. Kerja sama terkait dengan semakin banyak ditemukan kasus-kasus penganiayaan anak oleh orang terdekat mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.