Honor Penari Ratoh Jaroe Asian Games, Kepala SMAN 6: No Comment

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa SMAN 6 Jakarta menerima honor dan sertifikat sebagai penari di pembukaan Asian Games 2018. Pembagian dilakukan ruang kepala sekolah itu, Jumat 21 September 2018. TEMPO/Lani Diana

    Siswa SMAN 6 Jakarta menerima honor dan sertifikat sebagai penari di pembukaan Asian Games 2018. Pembagian dilakukan ruang kepala sekolah itu, Jumat 21 September 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala SMAN 6 Jakarta Helmi Rosina menyerahkan masalah transparansi anggaran operasional Asian Games yang menjadi hak siswanya kepada Dinas Pendidikan. Ada ratusan siswa sekolah itu yang terlibat sebagai penari Ratoh Jaroe ataupun tarian lainnya yang membuat pembukaan Asian Games 2018 lalu memukau.

    Baca berita sebelumnya:
    Siswa SMAN 6 Penari Ratoh Jaroe Antre Terima Honor, Ini Rinciannya

    Helmi menolak berkomentar dengan alasan seluruh kepala sekolah yang siswanya terlibat dalam Asian Games telah menyerahkan seluruh data ke dinas. “Jadi saya no comment. Langsung saja ke Dinas Pendidikan,” kata Helmi saat ditemui di SMAN 6, Jumat 21 September 2018.

    Sebelumnya diberitakan ada sebanyak 168 siswa SMAN 6 yang ikut serta dalam pembukaan Asian Games sebanyak 168 orang. Mereka terbagi dalam tiga kelompok yang satu di antaranya, sebanyak 99 siswa adalah penari Ratoh Jaroe.

    Untuk keterlibatan itu SMAN 6 menerima uang operasional dari Inasgoc Rp 523,7 juta. Dari jumlah itu sekolah menyatakan telah menggunakan sekitar Rp 270 juta untuk konsumsi dan transportasi siswa selama latihan. Sisanya, terdiri dari Rp 137,24 juta telah dibagikan kepada siswa dan Rp 116,4 juta untuk fasilitas sekolah yang telah digunakan.

    Baca:
    Kisah Jaket dan Uang Honor Siswa Penari Ratoh Jaroe Asian Games

    Tentang pembagian itu, sejumlah siswa menyimpan sejumlah pertanyaan. Seperti fasilitas yang digunakan saat latihan di sekolah hanya lapangan dan pengeras suara. “Transportasi ke sekolah kami sendiri-sendiri,” ujar seorang di antaranya.

    Pun dengan jaket yang ikut dibagikan memotong dana dari uang operasional itu. Sebagian siswa menuntut transparansi untuk seluruh penggunaan uang operasional itu. Terlebih bahwa mereka sebelumnya tidak tahu tentang uang operasional yang diterima sekolah itu.

    Tentang pertanyaan dari para siswanya, juru bicara SMAN 6 Husniwati telah membenarkan jumlah uang operasional itu. Uang tersebut digunakan untuk konsumsi, vitamin dan transportasi siswa. "Kami sewa lima bus untuk siswa latihan. Bahkan, siswa kami buatkan kaus sebagai pembeda saat latihan," ujarnya.

    Baca:
    Petisi Siswa Penari Ratoh Jaroe Asian Games Banjir Dukungan

    Namun, Husniwati tidak bisa merinci anggaran yang telah digunakan sekolah karena tidak ikut dalam proses latihan siswa. Menurut dia, anggaran Asian Games 2018 dikelola sepenuhnya oleh kepala sekolah, leader siswa dan bendahara yang mengelola anggaran itu. "Hari ini kepala sekolah dikumpulkan ke dinas pendidikan terkait uang Asian Games," ujarnya Kamis 20 September 2018.

    Ia menambahkan siswa telah memulai latihan untuk pembukaan Asian Games 2018 sejak Maret. Seluruhnya, siswa melakukan 10 kali latihan di sekolah dan 18 kali latihan di Stadion GBK Senayan. "Anak kami sekarang seperti mengerti uang," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.