Selasa, 24 September 2019

Kebakaran Travo, Penumpang KRL di Stasiun Jatinegara Menumpuk

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang mengantre saat berpindah kereta rel listrik (KRL) di peron Stasiun Duri, Jakarta, 16 April 2018. Operasional KA Bandara Soekarno-Hatta ditambah sehingga operasional KRL rute Duri-Tanggerang harus dikurangi dari 90 menjadi 80 perjalanan. ANTARA

    Sejumlah penumpang mengantre saat berpindah kereta rel listrik (KRL) di peron Stasiun Duri, Jakarta, 16 April 2018. Operasional KA Bandara Soekarno-Hatta ditambah sehingga operasional KRL rute Duri-Tanggerang harus dikurangi dari 90 menjadi 80 perjalanan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Dampak kebakaran yang terjadi di gardu listrik Kebon Melati Tanah Abang membuat calon penumpang KRL memenuhi stasiun Jatinegara.

    Baca: Perjalanan KRL Mulai Normal Usai Kebakaran Travo di Tanah Abang

    "Saya mau ke Rawabuntu tapi infonya ada masalah listrik di Tanah Abang, jadi masih nunggu dulu ini, kalau masih lama, saya pulang naik bus saja," kata calon penumpang KRL, Rahmat, Minggu, 23 September 2018.

    Menurutnya ia sudah menunggu di stasiun Jatinegara sejak pukul 16.30 wib, tetapi kereta tidak kunjung tiba. Ketika menanyakan perjalanan krl ke petugas keamanan ternyata ada masalah di stasiun Tanah Abang.

    Annisa (26) calon penumpang yang hendak ke Tanah Abang mengatakan, saat sampai di stasiun Jatinegara ia melihat penumpang sudah menumpuk di tempat tunggu jalur 4.

    "Tadi dengar pengumuman kalau mau ke Tanah Abang ada gangguan dan diminta untuk mencari alternatif kendaraan lain," ujarnya.

    Baca: Dua Kereta Jadi Korban Aksi Vandalisme, Ada Kesamaan Pelaku?

    Hingga petang, calon penumpang KRL atau commuter line memenuhi tempat tunggu jalur 4 dengan tujuan Pasar Senen, Kampung Bandan, Tanah Abang, Duri, Depok, Bogor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.