Polri Minta Tak Ada yang Memutarbalikkan Fakta Tewasnya Haringga

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto memberikan keterangan pers mengenai penyergapan teroris. di Mabes Polri, Jakarta, 13 Mei 2018. Selain menggeledah rumah terduga teroris di Tambun, Tim Densus 88 menembak empat terduga teroris anggota JAD di Terminal Pasir Hayam, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Hafidz Mubarak

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto memberikan keterangan pers mengenai penyergapan teroris. di Mabes Polri, Jakarta, 13 Mei 2018. Selain menggeledah rumah terduga teroris di Tambun, Tim Densus 88 menembak empat terduga teroris anggota JAD di Terminal Pasir Hayam, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Hafidz Mubarak

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, sudah menemukan beberapa informasi bohong di media sosial terkait dengan tewasnya suporter Persija Haringga Sirila. Di antara informasi hoaks itu adalah ajakan mencegat mobil bernomor tertentu untuk tidak melintas di suatu jalan.

    Baca: Persib Dukung Polri Usut Tewasnya Suporter Persija

    "Jangan terjadi hoaks yang tidak perlu dan ini akan kami telusuri. Kami lakukan tindakan hukum yang menyebarluaskan informasi bohong tersebut," ujar Setyo di Mabes Polri Jakarta, Senin, 24 September 2018.

    Setyo mengimbau semua pihak untuk tidak memutarbalikkan fakta serta menyebarluaskan berita bohong menyusul tewasnya suporter Persija. Polri, kata Setyo, juga meminta suporter Persija dan Persib menahan diri setelah peristiwa pengeroyokan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jawa Barat pada Minggu, 23 September 2019.

    Batu nisan bertulisan Haringga S. bin Siloam T. dipenuhi dengan bunga oleh keluarga dan kerabatnya di Jatibarang, Indramayu. Haringga merupakan seorang suporter Persija yang tewas dikeroyok oknum bobotoh di Stadion GBLA, Bandung. Foto/twitter/InfokomJakmania

    Suporter Persija, Haringga Sirila tewas dikeroyok di stadion itu sebelum pertandingan dimulai. Pria 23 tahun yang tinggal di Cengkarebg, Jakarta Barat, itu dimakamkan di kampung halamannya Indramayu, Jawa Barat.

    "Saya minta kepada masyarakat, khususnya pendukung kesebelasan Persib dan Persija masing-masing menahan diri. Berikan kesempatan pada Polri melakukan penyelidikan mendalam," tutur Setyo.

    Insiden pengeroyokan suporter tersebut terekam dan tersebar di media sosial. Video berdurasi 22 detik itu memperlihatkan seorang pemuda yang tengah dihajar sejumlah orang meski dalam keadaan sudah tak berdaya. Polisi menggunakan video tersebut untuk mendalami peristiwa pengeroyokan dan menangkap pelaku pengeroyokan.

    Ketua Umum The Jakmania Tauhid Indrasjarief meminta kepolisian agar mengusut tuntas kasus ini. Ferry menduga ada unsur kelalaian dari panitia pelaksana dan keamanan di lokasi. Ia menilai tidak sulit bagi panitia bila memiliki tekad untuk mengamankan lokasi pertandingan. Pasalnya, di laga Persija vs Persib sebelumnya, panitia pelaksana sukses menjalankan tugasnya tanpa ada korban.

    "Waktu Persib main di Stadion PTIK ada suporter yang kami amankan. Kami pastikan mereka pulang selamat," kata Ferry. Jakmania adalah nama komunitas suporter Persija. Polri masih memeriksa video yang isinya diduga pengeroyokan terhadap Haringga Sirila.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.