Pengemudi Suzuki Ignis Masuk Rombongan Jokowi Adalah Perempuan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Ignis Rally Concept

    Suzuki Ignis Rally Concept

    TEMPO.CO, Jakarta – Pengemudi mobil jenis Suzuki Ignis yang masuk dalam rombongan mobil Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi ternyata seorang perempuan. Pengemudi itu kini menjalani pemeriksaan di Polres Jakarta Timur.

    Baca berita sebelumnya:
    Tak Ingin Macet, Pengemudi Masuk Rombongan Mobil Jokowi

    Polisi mengusut karena saat mencoba menyusup pengemudi itu menyerempet sepeda motor anggota patroli pengawal rombongan mobil kepresidenan. Peristiwa ini terjadi di Jalan Tol Cimanggis arah Jakarta, Senin pagi 24 September 2018.

    “Karena dia mengendarai dengan lalainya, dia menyebabkan orang luka,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa 25 September 2018.

    Baca juga:
    Tilang Elektronik, Ini Dua Alasan Polantas Harus Tetap Berjaga

    Dalam pemeriksaan yang sudah dilakukan, Argo mengungkapkan, pengemudi perempuan itu beralasan tak ingin terjebak dalam kemacetan lalu lintas. Saat itu memang termasuk jam padat, yakni sekitar Pukul 08.40 WIB.

    “Yang bersangkutan menyatakan bahwa dia ingin cepat, tidak kena macet, kemudian bisa cepat sampai ke kantornya,” kata Argo lagi.

    Mengetahui ada penyusup, petugas patroli dan pengawal rombongan kendaraan presiden langsung menghalau. Nahas, kendaraan jenis Suzuki Ignis itu malah menyerempet satu petugas patwal yang mengendarai sepeda motor akibat halauan itu.

    Baca juga:
    Menjadi Kernet Truk, Polisi Tangkap Tangan Pungli Anggota Ormas

    Buntutnya, perempuan pengemudi Suzuki Ignis itu digelandang ke Kepolisian Resor Jakarta Timur untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan disertai pemeriksaan urine. “Kita masih menunggu hasilnya seperti apa,” ujar Argo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.