Tangkal Vandalisme, MRT Jakarta Bikin Benteng Plus Pasang CCTV

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta MRT Jakarta yang masih baru di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menjadi korban vandalisme, Jumat 21 September 2018. PT MRT dan kontraktor segera melaporkannya ke kepolisian. Dok MRT Jakarta

    Kereta MRT Jakarta yang masih baru di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menjadi korban vandalisme, Jumat 21 September 2018. PT MRT dan kontraktor segera melaporkannya ke kepolisian. Dok MRT Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menambah personel pengamanan dan kamera CCTV untuk mengawasi Depo MRT Lebak Bulus. Penambahan personel pengamanan dan CCTV menyusul terjadinya aksi vandalisme di kereta MRT yang terparkir di sana.

    Baca: Vandalisme Kereta MRT, Anies Minta Kontraktor Perketat Keamanan

    "Personel dan CCTV sudah kami tambah kemarin," kata sekretaris PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah saat dihubungi, Selasa, 25 September 2018.

    Pada Jumat pagi kemarin, PT MRT Jakarta menemukan keretanya yang terparkir di Depo Lebak Bulus menjadi sasaran vandalisme. Kereta yang belum juga beroperasi itu telah dicorat-coret dan diwarnai di satu sisinya dengan tulisan dan warna dominan ungu, merah muda, serta hijau.

    Ia mengatakan penambahan security dan CCTV telah ditempatkan di titik yang dianggap membutuhkan. Namun, Hikmatullah tidak bisa merinci jumlah penambahan security dan CCTV di sekitar gedung dan Depo MRT Lebak Bulus.

    "Sudah ditambah, tapi tidak bisa sebutkan jumlahnya. Sebab, itu bagian dari sistem pengamanan kami," ujarnya.

    MRT Jakarta juga menambah tinggi tembok depo hingga 70 sentimeter secara bertahap. Bagian atas tembok juga bakal diberi kawat berduri. "Kami berharap kejadian ini tidak terulang," ucapnya.

    Kepala Kepolisian Sektor Cilandak Komisaris Prayitno mengatakan polisi masih menyelidiki kasus vandalisme yang terjadi di Depo Lebak Bulus. "Kami sedang konsentrasi dengan tim (untuk menyelidiki)," kata Prayitno.

    Ia mengatakan polisi masih berfokus pada pemeriksaan saksi dan mencari rekaman kamera pengintai (CCTV) di kawasan Depo Lebak Bulus. Sebab, satu kamera pengintai di gedung MRT, yang telah diperiksa tidak mengarah ke titik lokasi aksi vandalisme di Depo Lebak Bulus.

    "Jarak antara CCTV yang kami periksa dengan titik lokasi 200 meter. Kami sedang cari CCTV yang lain."

    Baca: PT MRT Akan Pasang Kawat Berduri di Pagar Depo Lebak Bulus

    Menurut dia, kawasan Depo MRT Lebak Bulus sebagai objek penting semestinya terpasang CCTV di titik yang rawan. Namun, dari penelusuran polisi, di kawasan Depo Lebak Bulus hanya ada satu CCTV, yakni di dalam gedung MRT yang diperiksa polisi. "Kami sudah sarankan untuk penambahan CCTV," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.