Vandalisme di MRT Jakarta, Ini Kata Seniman Grafiti Jakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta MRT Jakarta yang masih baru di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menjadi korban vandalisme, Jumat 21 September 2018. PT MRT dan kontraktor segera melaporkannya ke kepolisian. Dok MRT Jakarta

    Kereta MRT Jakarta yang masih baru di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menjadi korban vandalisme, Jumat 21 September 2018. PT MRT dan kontraktor segera melaporkannya ke kepolisian. Dok MRT Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang seniman grafiti asal Jakarta Zay13 ( bukan nama sebenarnya) mengatakan pelaku vandalisme terhadap kereta MRT hanya mengejar eksistensi semata. Aksi vandalisme di kereta MRT itu terjadi di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

    Baca: Vandalisme Kereta MRT, Polisi Selidiki Grafiti dan Motif Gambar

    “Dari sisi grafiti itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri saat seorang penulis grafiti bisa hit kereta. Apalagi keretanya masih baru dan fresh,” ujar dia lewat pesan pendek kepada Tempo pada Rabu, 26 September 2018. "Pasti buat eksistensi."

    Menurut Zay, ada dilema di kalangan seniman grafiti ihwal aksi vandalisme. Di satu sisi, aksi vandalisme merupakan bagian dari kultur grafiti yang tak bisa dihindari.

    Namun di sisi lain, dia menyayangkan aksi vandalisme itu dilakukan di kereta MRT yang belum beroperasi dan sudah dinanti-nanti oleh masyarakat Jakarta.

    “Sebagai warga Jakarta, saya merasa dia sudah merusak fasilitas umum, MRT itu belum aktif digunakan. Bahkan banyak orang Jakarta yang belum melihat bentuknya, tapi sudah divandal,” ujar dia. 

    Aksi vandalisme terhadap kereta MRT ditemukan oleh petugas pengamanan di Depo Lebak Bulus pada Jumat pekan lalu. Kereta yang belum dioperasikan itu dicorat-coret dan diwarnai di satu sisinya dengan tulisan dan warna dominan ungu, merah muda, dan hijau.

    Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar mengatakan polisi telah membentuk tim khusus untuk memburu pelaku aksi vandalisme. Tim berisi 30 personel itu merupakan gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan, dan Polsek Cilandak.

    Sekretaris PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah saat dihubungi mengatakan pihaknya berencana menambah jumlah personel pengamanan serta kamera pengintai atau CCTV setelah aksi vandalisme tersebut.

    Baca: Polisi Kantongi Ciri-Ciri Pelaku Vandalisme MRT di Depo Lebak Bulus

    MRT Jakarta juga menambah tinggi tembok depo kereta hingga 70 sentimeter secara bertahap. Bagian atas tembok juga bakal diberi kawat berduri untuk mencegah vandalisme berupa grafiti dan corat-coret itu terulang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.