Rabu, 24 Oktober 2018

Gugatan Rp 2,6 M, Pengacara Sebut Pohon yang Ditebang Berkhasiat

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pohon ini yang menjadi muasal sengketa, seorang jaksa Hendra Apriansyah menggugat Deddy Octo Simbolon, diduga menebang pohon  yang berada diantara rumah mereka di Modern Hill Pamulang Kota Tangerang Selatan. Hendra menggugat perdata ke Pengadilan Negeri Tangerang senilai Rp 2,6. foto istimewa

    Pohon ini yang menjadi muasal sengketa, seorang jaksa Hendra Apriansyah menggugat Deddy Octo Simbolon, diduga menebang pohon yang berada diantara rumah mereka di Modern Hill Pamulang Kota Tangerang Selatan. Hendra menggugat perdata ke Pengadilan Negeri Tangerang senilai Rp 2,6. foto istimewa

    TEMPO.CO, Tangerang - Seorang jaksa menggugat tetangganya untuk membayar ganti rugi Rp 2,6 miliar lantaran menebang pohon tanpa izin. Sidang perdana gugatan perdata itu seharusnya digelar pada Kamis, 27 September 2018. Karena pihak penggugat dan tergugat tidak hadir, hakim menunda persidangan. 

    Berita sebelumnya: Jaksa Gugat Tetangga Rp 2,6 Miliar Gara-gara Tebang Pohon

    Jaksa yang menjadi penggugat itu adalah Hendra Apriansyah warga perumahan Modernhill, Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Sedangkan tergugat bernama Deddy Octo Simbolon yang tinggal persis di sebelah rumah Hendra. Mereka bertetangga sejak 2013.

    Perselisihan antara Hendra dan Deddy bermula dari penebangan pohon di depan rumah mereka. Deddy mengklaim, pohon yang ia tebang adalah miliknya karena berada di pekarangan rumahnya. Sedangkan Hendra memberikan klaim sebaliknya.

    “Yang menaman pohon itu mertua Hendra,” kata Supena, pengacara Hendra, Kamis, 27 September 2018. Ia tidak ingat nama pohon yang ditebang itu. “Tapi katanya memiliki khasiat obat mujarab."

    Menurut Supena, penebangan pohon itu sebenarnya tidak terlalu dipermasalahkan asalkan dibicarakan secara baik-baik. Namun Deddy sama sekali tidak merasa bersalah atas tindakannya. Bukannya meminta maaf ia justru melontarkan ucapan yang membuat istri Hendra sakit hati.

    Supena menyebutkan Hendra telah beritikad baik untuk menyelesaikan persoalan sebelum ke ranah hukum. "Tapi karena tidak ada titik temu, ya lebih baik kami mencari keadilan ke pengadilan," ujar Supena.

    Baca: Jaksa Gugat Tetangga Gara-gara Tebang Pohon, Persidangan Ditunda

    Sebelumnya, Deddy menilai gugatan terhadap dirinya itu salah alamat. Sebab pohon yang ia tebang adalah miliknya karena berada di pekarangan rumahnya. Sedangkan untuk pohon yang berada di halaman Hendra, ia tidak tahu siapa yang menebang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.