Polisi Gandeng Pengemudi Ojek Online Kampanye Anti Hoax, Sebab...

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Anti-Hoax

    Ilustrasi Anti-Hoax

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Pusat menggelar sosialisasi atau kampanye mengenai anti ujaran kebencian atau anti hoax bersama para pengemudi ojek online alias ojol. Kegiatan digelar di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 28 September 2018.

    "Satlantas Jakpus melakukan sosialisasi anti hoax bersama rekan-rekan ojol dan masyarakat sekitarnya," ujar Kepala Satlantas (Kasat Lantas) Polrestro Jakpus Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Juang Andi Priyanto di Jakarta, Jumat.

    Baca : Cerita Nelayan Menanti Gebrakan Anies dalam Reklamasi Teluk Jakarta

    Juang melanjutkan kegiatan ini bertujuan untuk mendidik masyarakat tentang bahaya berita-berita bohong.

    Para pengemudi ojol dan masyarakat Jakarta mengembangkan spanduk bertuliskan "Saya Indonesia, Saya Anti Hoax. #Indonesiadamai" di sekitar Gambir.

    Pelaku yang membeberkan berita bohong dapat dijerat dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik/ITE.
    Simak : Situs Skandal Sandiaga Uno, Polisi: Cari di Dunia Maya Tidak Mudah

    Sosialiasi ini sekaligus untuk menyukseskan Asian Para Games 2018 yang digelar 6-13 Oktober mendatang di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.

    Momen tak kalah penting lainnya yang perlu antisipasi hoax yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden atau Pilpres 2019 pada 17 April 2019 mendatang. Juga pemilu legislatif tahun depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.