Begini PT KCI Tanggapi Insiden Penumpang BAB di Kereta

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menaiki KRL Commuter Line tujuan Jakarta di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta, Selasa, 12 Juni 2018. Arus mudik Lebaran 2018 dimulai pada Jumat, 8 Juni 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Penumpang menaiki KRL Commuter Line tujuan Jakarta di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta, Selasa, 12 Juni 2018. Arus mudik Lebaran 2018 dimulai pada Jumat, 8 Juni 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyayangkan ada penumpang yang buang air besar atau BAB di dalam kereta. Kejadian itu ditemukan di rangkaian kereta nomor KA 1428 tujuan Stasiun Bekasi dari Stasiun Jatinegara, Jumat, 28 September 2018.

    Baca: Penumpang Commuter Line BAB di Kereta, PT KCI: Sudah Dibersihkan

    “Kami sangat menyayangkan perilaku tersebut. Ke depannya, kami berharap penumpang dalam kondisi tertentu tidak usah memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan,” kata juru bicara PT KCI, Eva Chairunisa, melalui keterangan tertulis.

    Informasi penumpang commuter buang air besar di kereta diungkap pemilik akun Twitter @catterlink. "TOLONG @CommuterLine INI ADA YG BAB DI KERETA TRS ORGNYA KABUR. POSISI KERETA DI JATINEGARA NOMOR KERETA 1428 GERBONG 10. NI SE GERBONG UDAH GATAHAN SAMA BAUNYA @krlmania," demikian ditulis @catterpink.

    Eva menjelaskan, penumpang perempuan tersebut diketahui buang air besar saat berada di Stasiun Manggarai. Semestinya, kata Eva, penumpang itu bisa berhenti di stasiun terdekat. "Sebab, kami sediakan toilet tanpa harus keluar gate. Bisa berhenti di Stasiun Juanda, Gondangdia, atau Cikini," ujarnya.

    Menurut keterangan yang dihimpunnya, Eva mengatakan penumpang perempuan itu sudah terlihat menahan sakit perut sejak di Stasiun Juanda. Menurut dia, semestinya penumpang tersebut bisa berhenti, lalu kembali melanjutkan perjalanan. "Sehingga tidak mengganggu kenyamanan bersama penumpang lainnya yang berada di dalam kereta," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.