Begini Polisi Kepung Gerombolan Anak Tersangka Perampokan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi senjata. TEMPO/Ary Setiawan

    Ilustrasi senjata. TEMPO/Ary Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi mengungkap perampokan gerai ponsel di Kota Bekasi yang disangka dilakukan gerombolan pelaku yang masih berusia remaja atau usia anak. Dua pelaku berhasil diringkus, sedangkan tiga lainnya lolos dalam penyergapan tak lama dari kejadian perampokan itu.

    Baca berita sebelumnya:
    Gerombolan Anak Disangka Merampok Toko Handphone di Bekasi

    Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Indarto mengatakan perampokan terjadi di gerai telepon seluler milik Tomi di Jalan Raya Narogong, Bekasi, pada Jumat dinihari, 28 September 2018. Pemilik gerai mengetahui kejadian itu ketika memeriksa kamera CCTV dari telepon selulernya.

    Spontan Tomi segera menghubungi penjaga toko, Arthur, yang sedang terlelap di dalam toko. "Penjaga toko lalu menghubungi polisi," ujar Indarto.

    Sampai di sana, polisi mendapati pelaku sudah keluar, sedangkan si penjaga toko dalam kondisi disekap dengan lengan terluka akibat dibacok menggunakan celurit. Karena itu, polisi menyisir sekitar lokasi, dan menemukan tersangka bersembunyi di sebuah toko material.

    "Kami mengepung sambil memberikan tembakan peringatan," ujar dia.

    Baca:
    The Jakmania Galang Dana untuk Haringga di Car Free Day

    Menurut Indarto, satu tersangka jatuh dari atap hingga mengalami luka robek di bagian kaki, sedangkan satu lagi menyerah. Adapun tiga pelaku lain berinisial L, A, dan D melarikan diri.

    Penyidik, kata Indarto, tengah mengembangkan kemungkinan kasus perampokan di lokasi lain. Meski di bawah umur, menurut dia, tersangka telah melakukan kejahatan cukup berat, yakni mencuri disertai dengan kekerasan. "Tersangka masih di bawah umur yang putus sekolah," ujar Indarto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.