5 Kejadian Heboh di KRL, dari Pelecehan Seks Hingga BAB di Kereta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menunggu untuk menaiki KRL Commuter Line di Stasiun Manggarai Jakarta, 26 Juni 2017. ANTARA/Wahyu Putro A

    Penumpang menunggu untuk menaiki KRL Commuter Line di Stasiun Manggarai Jakarta, 26 Juni 2017. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah kejadian yang menghebohkan publik sempat terjadi beberapa kali di kereta rel listrik (KRL) commuter line Jabodetabek, termasuk kasus penumpang BAB di dalam gerbong.

    Peristiwa seorang penumpang perempuan BAB di kereta commuterline pertama kali diungkap di media sosial oleh akun @cutterpink. Belakangan pemilik akun itu meminta maaf karena isi cuitannya itu menjadi viral dan pembicaraan di media sosial.

    Baca:
    Penumpang BAB di Kereta Viral di Medsos, Pemilik Akun Minta Maaf

    Sebelumnya ingin memohon maaf, saya ga ada niatan untuk bikin ini viral,” katanya. Menurut dia, niat awalnya cuma mengadu ke PT KAI Commuter Line Indonesia (KCI) via twitter agar ada tindak lanjut.

    Fishy Cat, si pemilik akun, mengatakan telah dihubungi oleh sesama penumpang yang mengaku melihat kejadian penumpang BAB itu lebih dekat dan jelas. Menurut informasi yang diterimanya itu, korban sedang sakit dan tidak bisa menahan BAB. Terlebih saat itu rangkaian kereta juga sedang tertahan.

    Lewat juru bicaranya, Eva Chairunisa, KCI berharap penumpang dalam kondisi tertentu tidak memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan.

    Tempo mencoba merangkum beberapa peristiwa yang terjadi di salah satu moda transportasi favorit warga Jakarta dan sekitarnya itu.

    Masturbasi di kereta

    Pada 17 Oktober 2014 lalu, seorang pemuda bernama Fikri Afriansyah, 18 tahun, kepergok tengah masturbasi dengan menggesekkan kemaluannya kepada seorang penumpang perempuan. Kejadian itu terjadi di kereta commuter line 1313 jurusan Bekasi-Jakarta Kota.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.