Hari Batik Nasional Dirayakan Selama 4 Hari di Thamrin City

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi batik. ANTARA/Andika Wahyu

    Ilustrasi batik. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat perbelanjaan Thamrin City merayakan Hari Batik Nasional dengan menggelar pameran baju batik selama empat hari, 29 September - 2 Oktober 2018. Pameran batik di pusat perbelanjaaan di kawasan Tanah Abang ini merupakan upaya melestarikan warisan adiluhung bangsa yang sudah menjadi warisan dunia.

    Baca: Begini Batik Nusantara di Desain Baru Trotoar Sudirman-Thamrin

    General Manager Thamrin City, Adi Adnyana mengatakan ada berbagai acara menarik selama perayaan hari batik nasional. "Di antaranya, Trade In Batik yaitu menukarkan batik lama dengan batik baru secara gratis," kata Adi, dalam keterangan pers, di Jakarta, Minggu 1 Oktober 2018.

    Thamrin City juga menyelenggarakan penjualan batik seharga lima ribu rupiah untuk satu potong batik, lelang batik, bazaar batik, gelar Musik Etnik, Rampak Kendang, dan fashion show batik trend. 

    "Ditutup dengan penampilan The Ikan Bakars, D'Masiv, Geisha," katanya.

    Ilustrasi kain batik. Shutterstock

    Hasil penjualan batik harga lima ribu per potong akan diberikan kepada Bazis. "Untuk disumbangkan ke Saudara-saudara kita yang terkena bencana di Lombok, ujarnya.

    Pada acara lelang batik, Thamrin City akan melelang harga batik pengrajin dengan harga khusus, yang merupakan persembahan dari para pengrajin dan pedagang batik di pusat batik nusantara di pusat perbelanjaan itu.

    Baca: Happy Farida Djarot Cari Penerus Pengrajin Batik di Rusun

    Kehadiran pusat batik nusantara di pusat perbelanjaan di daerah Tanah Abang itu telah menjadikan batik sebagai bisnis yang menguntungkan para pedagang. Di antaranya Cindy Sosrodiningrat pemilik Boutique Eyang Putri.

    "Saya sudah berbisnis batik selama 8 tahun ini, trend penjualan batik dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan dukungan pemerintah melalui regulasi dan promosi yang makin gencar.

    Menurut Cindy, trend penjualan batik Sogan mereka yang berciri warna alam khas dari Solo semakin meningkat dari tahun ke tahun. "Apalagi didukung oleh pemerintah yang sekarang mewajibkan memakai batik," kata Cindy.

    Gairah mengembangkan usaha batik daerah juga dirasakan oleh Anna Setyaningsih pemilik gerai Batik Betawi yang telah menggeluti dunia usaha batik sejak tahun 2011. Anna membuka usahanya di Thamrin City sejak awal 2018.

    Baginya, kreasi Batik Betawi yang menonjolkan warna-warna terang menjadi tantangan tersendiri. "Warna-warna terang yang dominan dalam Batik Betawi merupakan ciri orang Betawi yang berani," ujar Anna.

    Baca: Menerawang Karier Jokowi dari Batik

    Di tokonya, Anna menjual baju batik dengan motif ondel-ondel, Monas, Tugu Selamat Datang, Patung Pancoran serta Flora dan Fauna Jakarta. "Harga bervariasi mulai dari Rp150.000 hingga Rp750.000 untuk baju batik dan kain batik yang dijual per lembar," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?