Tagih Janji Jokowi, Besok Ojek Online Akan Geruduk Istana Lagi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana demo ratusan pengemudi ojek online Grab di kantor Grab Indonesia, di Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 19 September 2018. Mereka menuntut penyesuaian tarif oleh perusahaan tempat mereka bekerja. TEMPO/Fajar Pebrianto

    Suasana demo ratusan pengemudi ojek online Grab di kantor Grab Indonesia, di Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 19 September 2018. Mereka menuntut penyesuaian tarif oleh perusahaan tempat mereka bekerja. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai elemen ojek online yang tergabung dalam Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia akan berunjuk rasa di Istana Merdeka, untuk menagih janji Presiden Jokowi. Demo ojek online itu akan dilakukan besok, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Baca: Polisi Gandeng Pengemudi Ojek Online Kampanye Anti Hoax, Sebab...

    Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono mengatakan, aksi kali ini dilakukan untuk menagih janji Presiden Jokowi kepada mereka dalam unjuk rasa sebelumnya, Selasa 27 Maret 2018 lalu.

    "Saat itu, Presiden Jokowi perintahkan para menteri yang ada di ruangan agar dapat selesaikan permasalahan ojek online dengan perusahaan aplikatornya dan menyelesaikan masalah perang tarif antar perusahaan aplikasi," kata Igun dalam keterangan tertulis, Senin, 1 Oktober 2018.

    Igun mengklaim, unjuk rasa besok akan dihadiri oleh ribuan orang. Mereka, kata Igun, akan memenuhi wilayah Jalan Medan Merdeka Barat dan Medan Merdeka Utara untuk menagih janji enam bulan Jokowi yang tak kunjung terpenuhi.

    Igun mengatakan, kelompoknya terus dikecewakan oleh perusahaan aplikasi yang arogan dengan menerapkan aturan sendiri. Bahkan, kata Igun, melakukan suspend atau pemecatan pada mitra yang kritis menuntut keadilan dan kesejahteraan.

    "Menanggapi hal ini pihak Pemerintah hanya berdiam diri, berlindung dibalik tidak ada undang-undang bagi ojol (ojek online)," kata Igun.

    Baca: Posko Driver Online Tetap Ramai Meski Ada Demonstrasi Ojek Online

    Menurut Igun, pemerintah tidak mampu berbuat apa pun dan membiarkan mereka yang menjadi mitra perusahaan aplikasi ojek online menerima perlakuan sewenang-wenang. Mereka, kata Igun, akan menuntut perlindungan pemerintah atas hak yang secara sepihak telah dipotong untuk pajak negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.