Cuma 1 Jam BBWSCC Sudah Angkat 7 Ton Sampah Kanal Banjir Timur

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sambut Hari Kota Dunia, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane bersihkan Kanal Banjir Timur, 1 Oktober 2018. TEMPO/Imam Hamdi

    Sambut Hari Kota Dunia, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane bersihkan Kanal Banjir Timur, 1 Oktober 2018. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane atau BBWSCC mengangkut 7,25 ton sampah dari Kanal Banjir Timur atau KBT di kawasan Cipinang Indah, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin, 1 Oktober 2018.

    Sampah tersebut adalah hasil dari kegiatan bersih-bersih Kanal Banjir Timur untuk menyambut Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia 2018.

    Baca: Peringati Hari Habitat Dunia, BBWSCC Bersihkan Kanal Banjir Timur Pondok Bambu

    Juru bicara BBWSCC, Agung Budhi, mengatakan sampah tersebut berasal dari endapan lumpur, sampah kali, dan semak belukar di KBT.

    "Kegiatan tadi menghasilkan 725 karung sampah. Masing-masing karung menampung 10-15 kilogram sampah," kata Agung seusai kegiatan bersih-bersih yang berlangsung selama satu jam itu. Acara bersih-bersih KBT dimulai pukul 10.00.

    Ia mengatakan ratusan orang mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari anggota Tentara Nasional Indonesia, Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur, dan Unit Pelaksana Kerja (UPK) Badan Air.

    Simak juga:
    Narkoba di Pesta Lajang, Ini Titik Peredaran Ekstasi Tersangka

    Dalam kegiatan ini, BBWSCC memberikan tiga unit sepeda dan hadiah hiburan bagi kelompok yang menghasilkan sampah terbanyak.

    "Tim dari UPK Badan Air yang paling banyak mengumpulkan sampah sampai lebih dari 200 karung," ujar Agung mengenai pembersihan beberapa titik di Kanal Banjir Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.