Ridwan Kamil Ingin Bikin Kanal Peti Kemas di Bekasi, Pengusaha Truk Bilang Begini

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan konstruksi jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau Japek II di Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 27 Juli 2018. Pengerjaan jalan tol ini mencapai 19,7 Km dari panjang 38 Km.  ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pekerja menyelesaikan konstruksi jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau Japek II di Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 27 Juli 2018. Pengerjaan jalan tol ini mencapai 19,7 Km dari panjang 38 Km. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Bekasi - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) tak setuju dengan rencana Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membangun kanal laut hingga ke kawasan industri Cikarang. 

    Baca: Ini 4 Desain Ridwan Kamil untuk Revitalisasi Kalimalang

    Mereka mendesak pemerintah mengebut pengerjaan proyek jalan tol Cilincing-Cibitung ketimbang membangun kanal laut di utara Bekasi sampai ke Cikarang.

    "Tidak terlalu setuju karena berhentinya nanggung," kata Wakil Ketua Aptrindo, Kyatmaja Lookman kepada Tempo, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Ridwal Kamil menawarkan gagasan Kanal Cikarang ini melalui akun resmi instagramnya. Menurut Ridwan, jalur air ini bisa mengalihkan perjalanan 4.000 peti kemas dari pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara menuju ke kawasan industri di Cikarang melalui jalur darat tol Jakarta-Cikampek, setiap hari.

    "Kemacetan di jalur tol Bekasi-Jakarta akan drastis dikurangi dengan inovasi Kanal Cikarang (Inland Waterway Cikarang Bekasi Laut)," ujarnya.

    Inovasi ini, kata Ridwan Kamil, adalah membuat kanal lebar mulai dari laut menembus masuk ke daratan agar kontainer-kontainer bisa diangkut lewat jalur air ketimbang lewat tol menuju Tanjung Priok. "Ini akan menghilangkan aktivitas 4.000 truk kontainer tiap hari yang masuk tol. Semoga inovasi ini menjadi solusi untuk semua pihak," ujar Emil.

    Menurut Emil, inovasi tersebut sedang dipelajari apakah Kanal Cikarang bisa juga sebagai jalur angkutan penumpang manusia menuju Jakarta.

    Menurut Kyatmaja, jarak antara laut utara Bekasi menuju kawasan in dustri cukup jauh, yaitu mencapai 40 kilometer. Sehingga, menurut dia, nyaris tak mungkin untuk membuat kanal sejauh itu. "Saya rasa lebih baik tol Cilincing-Cibitung dikebut, jauh lebih efisien," kata dia.

    Pemerintah pusat menargetkan tol Cilincing-Cibitung bisa dioperasikan pada 2019 mendatang. Tempo mengamati bahwa di sekitar Cibitung, proyek itu sudah dimulai, tiang-tiang pancang telah berdiri di sepanjang jalur alternatif tol Cibitung menuju ke Jalan Imam Bonjol, Cikarang Barat.

    Baca: Ridwan Kamil Janji Atasi Pencemaran di Kali Bekasi

    Ia menilai, jalan tol Cilincing-Cibitung mampu memangkas waktu perjalanan truk dari Tanjung Priok menuju ke kawasan industri Cikarang. Soalnya, selama ini truk melintas tol JORR lalu masuk ke Tol Jakarta -Cikampek. "Dampak sosial yang timbul, macet dan polusi," kata Kyatmaja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.