Rabu, 19 Desember 2018

OK OTrip Dinilai Gagal, Anggota DPRD DKI Dukung Rebranding

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sopir angkot yang sudah terintegrasi dengan program OK-Otrip menunjukkan cara menge-tap kartu di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, 16 Januari 2018. Uji coba sistem OK-Otrip dimulai sejak Senin, 15 Januari 2018 kemarin. TEMPO/Subekti.

    Sopir angkot yang sudah terintegrasi dengan program OK-Otrip menunjukkan cara menge-tap kartu di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, 16 Januari 2018. Uji coba sistem OK-Otrip dimulai sejak Senin, 15 Januari 2018 kemarin. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menganggap program One Karcis One Trip (OK Otrip) gagal. Karena itu, dia mendukung Anies Baswedan untuk mengubah nama alias rebranding OK OTrip.

    Baca: Anies Baswedan Hapus OK Otrip, Pengamat: OK OCE Juga Bisa

    "Artinya program yang gagal kemudian di-rebranding, saya kira kami mendorong dan mendukung itu karena dia (Anies Baswedan) harus menawarkan hal yang baru," kata Gembong saat dihubungi, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Kegagalan itu, kata dia, tampak dari jumlah kendaraan yang tergabung dalam OK OTrip. Pemprov DKI hanya mampu menggaet 200 unit kendaraan sementara targetnya 2.000 unit di tahun ini.

    Dia berujar, sudah seharusnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memikirkan konsep transportasi umum yang saling terintegrasi. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati transportasi umum yang aman, nyaman, dan harga terjangkau.

    "Arah kita pengelolaan transportasi massal sudah ke sana (terintegrasi)," ujar Gembong.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan berencana mengubah nama program OK OTrip. Dia menginginkan nama baru untuk moda transportasi umum yang terintegrasi dalam satu sistem.

    Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan, perubahan OK OTrip bukan sebatas nama tetapi juga konsep. “Semua moda transportasi umum melebur dalam branding tersebut," kata Sigit.

    Baca: Di Balik Keputusan Anies Baswedan Hapus Nama OK Otrip

    Menurut Sigit, saat ini perubahan itu masih dirumuskan. Aspek yang dibicarakan antara lain integrasi transportasi umum berbasis jalan dengan rel, jenis kendaraan, dan pelayanan yang terintegrasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.