Penganiayaan Bocah 5 Tahun di Bekasi, Ini Pengakuan Tersangka

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekerasan pada anak. youtube.com

    Ilustrasi kekerasan pada anak. youtube.com

    TEMPO.CO, Bekasi - Polisi telah mengungkap kasus penganiayaan terhadap bocah berinisial M, 5 tahun, di Perumahan Lingkar Prima Asri, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi. Tersangka adalah Ariyanto alias Ari, 29 tahun, yang ternyata teman ibu korban.

    Baca : Bocah 5 Tahun Jadi Korban Penganiayaan, Sang Ibu Syok

    Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat Komisaris Besar Roma Hutajulu mengatakan, Ariyanto ditangkap di Cirebon, Jawa Barat. Pemuda itu mengakui perbuatannya. Ia dijerat menggunakan Pasal 80 Undang-undang RI Nomor 35 tentang Perlindungan Anak dengan ancamannya hukuman maksimal 15 tahun.

    Penganiayaan terhadap M terjadi 22 September lalu. Ariyanto baru saja pesta minuman keras bersama ibu korban di sebuah kafe. Ia meninggalkan kafe lebih dulu bersama dua kawannya, Mereka datang ke rumah korban.

    Setibanya di Jatibening, dua kawan Ariyanto segera pergi meski baru tiba. Sedangkan ia memilih bertahan di rumah korban.

    Di rumah itu, Ariyanto melihat pembantu berinisial W sedang bersih-bersih rumah. Saat itulah muncul niat tersangka untuk memperkosa perempuan itu. Namun W bisa melepaskan diri lalu kabur dari rumah itu.

    Karena mendengar suara gaduh, korban yang sedang tidur, terbangun. Dia menangis memanggil ibunya. Ariyanto menjadi kesal. Tanpa pikir panjang bocah itu diseret ke kamar mandi. Ariyanto lalu beberapa kali membenturkan kepala korban ke tembok. "Saya tidak sadar karena terpengaruh minuman keras," kata Ariyanto, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Akibat perlakuan itu, korban menderita luka-luka. Melihat kondisi korban, Ariyanto menjadi ketakutan. Dia buru-buru lari meninggalkan tempat itu. "Saya pulang ke Cirebon untuk bersembunyi," katanya.

    Baca berita sebelumnya: Pulang dari Kafe, Ibu Temukan Anak Bersimbah Darah di Rumahnya

    Tidak berapa lama, ibu korban datang. Ia kaget melihat kondisi anaknya yang berlumuran darah. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros di Jalan K.H. Noer Alie. "Gara-gara penganiayaan itu, korban menjadi trauma sehingga takut untuk pulang ke rumahnya sendiri," ujar komisionir Komisi Perlindungan Anak Indonesia Kota Bekasi, Ruri Arif Rianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.