Kamis, 13 Desember 2018

Musisi Bassist Steven & Coconut Treez Dukung Nelayan Pulau Pari

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan warga Pulau Pari melakukan unjuk rasa di Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk mendukung warganya bernama Sulaiman yang dilaporkan oleh manajemen PT Bumi Pari Asri pada Juni 2017 atas tudingan penyerobotan lahan, Selasa, 2 Oktober 2018. TEMPO/M Yusuf Manurung

    Ratusan warga Pulau Pari melakukan unjuk rasa di Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk mendukung warganya bernama Sulaiman yang dilaporkan oleh manajemen PT Bumi Pari Asri pada Juni 2017 atas tudingan penyerobotan lahan, Selasa, 2 Oktober 2018. TEMPO/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta – Musisi reggae Rival Himran dan warga Pulau Pari mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa siang, 2 Oktober 2018. Mereka datang memberi dukungan untuk Ketua RW Pulau Pari, Sulaiman yang dijadwalkan membaca pleidoi atas tuntutan bersalah kasus penyerobotan lahan oleh PT Bumi Pari Asri.

    Baca juga: Warga Pulau Pari Tuntut Kementerian ATR/BPN Cabut Sertifikat

    Bassist Steven & Coconut Treez itu menyanyikan lagu berjudul Pakanoto Rara, bermakna luruskan hati. Lagu itu terdapat di album terbaru Rival Himran bertajuk Man, di mana 80 persen isinya berbahasa Kaili, khas Sulawesi Tengah.

    Rival Hirman bernyanyi dengan iringan nada ukulele. Melalui bantuan warga yang memegang pengeras suara, Rival Imran menyanyikan lagu bergenre folk-reggae itu bersama warga lain.

    "Di sini kawan tidak lagi berasa kawan, di sini saudara tidak lagi berasa saudara," bunyi kutipan lirik lagu itu.

    Kepada Tempo, Rival Himran mengatakan lagu itu menggambarkan krisis kasih sayang antara manusia. Melalui lagu itu, dia berniat mengingatkan, termasuk dalam kasus Sulaiman.

    Lelaki berumur 37 tahun itu menilai tuntutan penjara satu tahun enam bulan oleh jaksa penuntut umum kepada Sulaiman tidak adil. Begitu pun secara umum, ihwal sengketa warga Pulau Pari dengan PT Bumi Pari Asri.

    "Tiba-tiba mereka tahu bahwa daerah mereka sudah ada yang punya, saya dengar seperti itu, kurang adil juga, orang yang punya kekuasaan bisa melakukan apa pun yang mereka mau," katanya.

    Rival Himran mengetahui konflik di Pulau Pari berkat kedekatannya dengan Walhi Sulawesi Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Hingga satu hari, dia mendapat undangan bernyanyi di sana.

    Selain mendapat cerita tentang bagaimana warga menghadapi konflik, kunjungan itu membuat dia kagum dengan keindahannya Pulau Pari.

    "Pulau Pari ini gokil, ternyata di daerah Jakarta ada pulau seperti ini," katanya.

    Ayah dua anak itu mengapresiasi warga Pulau Pari yang menyuarakan sikap terhadap ketidakadilan. "Saya support mereka untuk bersikap dari sisi seni," ucap Rival Himran.

    Simak juga: Warga Dipaksa Kosongkan Pulau Pari, Ini Kata Anies Baswedan

    Pada persidangan 25 September 2018, jaksa penuntut umum menyebut Sulaiman terbukti bersalah karena menyewakan tanah yang diklaim milik Pintarso dan PT Bumi Pari Asri lewat homestay yang dikelolanya.

    Sengketa lahan di Pulau Pari dimulai saat bos PT Bumi Pari Asri, Pintarso Adijanto melaporkan sejumlah warga dengan tudingan penyerobotan lahan. Perusahaan itu mengklaim menguasai 90 persen lahan Pulau Pari. Lahan itu diduga disertifikatkan atas 120 nama perorangan yang berafiliasi dengan perusahaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jason Momoa dan Amber Heard dalam 6 Fakta Unik Aquaman

    Jason Momoa dan Amber Heard akan memerankan Aquaman dan Merra dalam film dengan cerita tentang kerajaan bawah laut Atlantis.