Fraksi PDIP Minta Rebranding OK OTrip Tawarkan Sesuatu yang Baru

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkot yang sudah terintegrasi dengan program OK-Otrip menaikkan dan menurunkan penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, 16 Januari 2018.  TEMPO/Subekti.

    Angkot yang sudah terintegrasi dengan program OK-Otrip menaikkan dan menurunkan penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, 16 Januari 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono, mengapresiasi keputusan Gubernur Anies Baswedan mengubah program One Karcis One Trip ( OK OTrip ). Namun dia berharap keputusan itu diambil karena pemerintah telah belajar dari kegagalan program itu sendiri. 

    Baca: Di Balik Keputusan Anies Baswedan Hapus Nama OK Otrip

    "Kalau dia mengevaluasi kemudian memperbaiki OK OTrip, saya kira bakal positif," kata Gembong, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Menurut Gembong, partainya mendukung rebranding OK OTrip asalkan Anies menawarkan sesuatu yang baru dari perubahan program itu. Pemerintah memang harus memberikan pelayanan transportasi yang aman, nyaman, dan murah kepada masyarakat.

    Namun di sisi lain, kata Gembong, pemerintah juga harus memperhatikan kepentingan pengusaha yang dilibatkan. “Sebab, pengusaha juga memikirkan keuntungan  karena harus melangsungkan hidupnya," ujar Gembong.

    Sebelumnya,  Gubernur Anies mengatakan tak akan ada lagi nama program OK OTrip dalam pemerintahannya. Dia menginginkan nama baru yang mencerminkan pelayanan transportasi terintegrasi di ibu kota. 

    Baca: Anies Baswedan Hapus Program OK OTrip

    Dengan perubahan itu, Anies Baswedan berharap seluruh sarana transportasi massal di Jakarta dapat terintegrasi dalam satu sistem. Dia sudah mengantongi sejumlah nama untuk menggantikan OK OTrip. "Ini sedang dalam proses finalisasi," ujar Anies, 1 Oktober 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.