Senin, 15 Oktober 2018

Bursa Pengganti Sandiaga, Jejak Alotnya Calon Wagub DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden, Sandiaga Uno menjawab pertanyaan wartawan didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah rapat paripurna DPRD DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Calon wakil presiden, Sandiaga Uno menjawab pertanyaan wartawan didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah rapat paripurna DPRD DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa calon Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta sepeninggal Sandiaga Uno maju calon Wakil Presiden masih ramai. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengatakan kedua partai akan mengusulkan dua nama bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta, yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

    Suhaimi mengatakan pada Selasa 2 Oktober 2018, Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah berkomunikasi dan sepakat dengan dua nama kandidat Wagub DKI dari PKS tersebut sejak beberapa hari lalu, sebagai pengganti Sandiaga Uno yang sudah menjadi calon Wakil Presiden dari Prabowo Subianto.

    Baca: Nasib Program OK-OTrip Setelah Ditinggal Sandiaga Uno

    Namun, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto belum memutuskan orang yang bakal dicalonkan sebagai wakil gubernur DKI Jakarta menggantikan Sandiaga Uno.

    "Sampai saat ini belum ada nama yang diputuskan oleh Pak Prabowo," Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Menurut Dasco, pengurus Geridra DKI sebenarnya sudah mengusulkan satu nama. Namun Probowo belum memberikan persetujuan atau penolakan. Ia tidak membantah jika nama yang diusulkan itu adalah Muhamad Taufik. "Setahu saya begitu," ujarnya.

    Seperti diketahui, Gubernur Anies Baswedan ingin segera memiliki pendamping dalam menjalankan roda pemerintahan. "Alasannya sederhana saja, paling nggak kalau ada acara bisa ganti tugas," ujarnya, Senin lalu, 1 Oktober 2018.

    Anies Baswedan berharap siapa pun wakilnya nanti akan mudah diajak berkomunikasi dan berbagi agenda kegiatan. Kalau terjadi perubahan agenda yang mendadak, dia dan wakilnya bisa fleksibel bertukar jadwal.

    Baca: Bursa Cawagub Pengganti Sandiaga, Nama Berikut Langsung Muncul

    "Mudah-mudahan (penentuan calon Wakil Gubernur DKI) tidak terlalu lama,” ujar Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Kamis, 20 September 2018.

    Calon pengganti Sandiaga masih alot dibahas di internal koalisi pendukung Anies-Sandiaga dalam pilkada 2017, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra.

    PKS ingin mendapat kursi wakil gubernur karena telah mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga, yang notabene semua dari Gerindra, dalam pilpres 2019. Namun Gerindra juga berkeras mendapat kursi peninggalan Sandiaga.

    Presiden PKS Sohibul Iman telah menyampaikan dua kandidat, yakni mantan Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu, dan Sekretaris Umum PKS DKI Jakarta Agung Yulianto. Anggota Majelis Syuro PKS, Triwisaksana, menginginkan wakil gubernur baru sudah ada sebelum pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2019 dimulai pada bulan ini. “Jadi supaya bisa bantu Gubernur,” kata Triwisaksana.

    Simak juga : Anies Ganti OK OTrip, Transjakarta: Baru 4 Operator Bus Beroperasi

    Triwisaksana juga berharap Gerindra bisa menyetujui Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto, yang akan dipilih melalui rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI. Dia mengaku khawatir soliditas koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga retak jika Gerindra berkukuh menyorongkan kadernya sebagai calon wakil gubernur.

    “Kalau nanti ada yang kalah (voting), ada yang merasa terluka. Nanti bisa berimbas dalam pilpres. Dan itu kami hindari,” tutur Wakil Ketua DPRD DKI tentang bursa calon Wagub DKI.

    LANI DIANA | ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Citra serta Jurus Kampanye Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno

    Berlaga sebagai orang kedua, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno melancarkan berbagai jurus kampanye, memerak citra mereka, dan menyambangi banyak kalangan.