Minggu, 16 Desember 2018

Benar Soal Ratna Sarumpaet, Tompi: Jangan Percaya Mulut Politisi

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Ratna Sarumpaet memberikan klarifikasi terkait pemberitaan penganiayaan terhadap dirinya di kediamannya, kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu, 3 Oktober 2018. Ia mengaku membuat berita penganiayaan itu hanya untuk membohongi anaknya. TEMPO/Taufiq Siddiq

    Aktivis Ratna Sarumpaet memberikan klarifikasi terkait pemberitaan penganiayaan terhadap dirinya di kediamannya, kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu, 3 Oktober 2018. Ia mengaku membuat berita penganiayaan itu hanya untuk membohongi anaknya. TEMPO/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi jazz Teuku Adifitrian alias Tompi berharap masyarakat bisa belajar dari kisah penganiayaan Ratna Sarumpaet yang ternyata bohong belaka. Menurut dia, pelajaran utama yang bisa diambil adalah tentang ucapan para politisi. "Jangan percaya apa yang keluar dari mulut politisi," kata Tompi di klinik kecantikan miliknya di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Oktober 2018.

    Baca:

    Hoax Ratna Sarumpaet, Ini Kesaksian Dokter Rumah Sakit

    Selain sebagai penyanyi, Tompi adalah dokter spesialis bedah plastik. Sejak awal dia sudah meragukan cerita Ratna yang menjadi korban penganiayaan. Sebab lebam-lebam di wajah Ratna lebih menunjukkan tanda-tanda orang yang baru menjalani operasi plastik. Tompi menuliskan keraguannya itu di akun twitternya @dr_tompi  pada 2 Oktober 2018.

    "Spekulasi netijen berkembang tentang kondisi @RatnaSpaet , ada yang menduga itu bukan dihajar tapi bagian proses pasca operasi. Entahlah...semoga kebenaran terungkap. Kalau emang ada orang jahat menghajar—HUKUM !  Kalau memang ada yg membodohi rakyat dg info palsu —-HUKUM."

    Tidak berapa lama setelah setelah tulisan itu menyebar, akun twitter Tompi dibanjiri komentar miring. Beberapa komentar diantaranya datang dari politisi. Namun Tompi tidak merisaukan komentar-komentar itu. "Saya enggak goblok-goblok banget mengeluarkan statement," katanya.

    Baca:

    Polisi Incar Penyebar Berita Bohong Penganiayaan Ratna Sarumpaet

    Sebagai seorang dokter bedah plastik, Tompi sangat bisa membedakan antara lebam di wajah akibat kekerasan dan bekas operasi. Karena itu saat melihat foto wajah Ratna Sarumpaet yang babak belur, dia yakin itu pascaoperasi plastik.

    Menurut Tompi, tanda-tanda bekas operasi itu bisa dilihat dari bentuk lebam yang sama antara bagian wajah yang kiri dan kanan. Sementara lebam bekas penganiayaan cenderung tidak beraturan. “Semua dokter spesialis bedah plastik pasti bisa membedakan,” kata Tompi. "Ibarat dukun, bisa membedakan orang kesurupan dan yang pura-pura kesurupan.”

    Baca:
    Viral Kasus Ratna Sarumpaet, RSK Bina Estetika Tertutup

    Analisa Tompi ternyata benar. Ratna Sarumpaet mengakui telah mengarang cerita tentang penganiayaan itu. Dia membenarkan lebam-lebam di wajahnya muncul setelah menjalani operasi plastik, persis seperti yang dikatakan Tompi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".