Senin, 15 Oktober 2018

Kisruh Honor Penari Ratoh Jaroe, Dinas Pendidikan: Sudah Clear

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Murid SMA Negeri 6 Jakarta menerima sertifikat dan honor sebagai penari Ratoh Jaroe di Asian Games 2018, Jumat, 21 September 2018. TEMPO/Lani Diana

    Murid SMA Negeri 6 Jakarta menerima sertifikat dan honor sebagai penari Ratoh Jaroe di Asian Games 2018, Jumat, 21 September 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto menyatakan persoalan pembagian honor penari Ratoh Jaroe dalam pembukaan Asian Games 2018 sudah selesai.

    Baca: Honor Penari Ratoh Jaroe, Siswa SMAN 46 Curhat Diberi Roti Lauw

    Bowo mengatakan sekolah-sekolah yang sempat bermasalah sudah menunaikan kewajibannya kepada para siswa. "Kami sudah minta kepada sekolah memberikan penjelasan kepada peserta didik secara tuntas (soal honor). Ini masalah miss komunikasi," ujar Bowo di Balai Kota, Kamis, 4 Oktober 2018.

    Bowo mengatakan sudah membaca nota kesepahaman (MoU) antara sekolah dan panitia penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC). Ia menyatakan, dalam MoU itu, memang tak ada kesepakatan yang menyatakan pemberian honor kepada para siswa. "Yang ada pemberian dana operasional," katanya.

    Lebih lanjut, Bowo mengatakan, jika dalam Asian Para Games 2018 akan ada pertunjukan serupa yang melibatkan siswa, ia meminta kepada pihak penyelenggara mentransfer uang operasional langsung ke rekening siswa sehingga kesalahpahaman soal honor tak terjadi lagi.

    INASGOC, selaku panitia Asian Games 2018, telah mengucurkan anggaran US$ 15 atau sekitar Rp 200 ribu per siswa yang terlibat sebagai penari Ratoh Janroe. Total INASGOC menganggarkan 15 kali latihan sampai acara pembukaan Asian Games pada 18 Agustus 2018. Adapun jumlah penari itu sebanyak 1.600 orang siswa di Jakarta.

    Baca: Petisi Siswa Penari Ratoh Jaroe Asian Games Banjir Dukungan

    Namun belakangan pembagian dana operasional itu bermasalah karena beberapa siswa dari beberapa sekolah merasa tak menerima dana itu, di antaranya SMAN 46, SMAN 6, juga SMAN 78.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Citra serta Jurus Kampanye Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno

    Berlaga sebagai orang kedua, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno melancarkan berbagai jurus kampanye, memerak citra mereka, dan menyambangi banyak kalangan.