Bupati Bogor Dukung Aturan Ganjil Genap di Jalur Puncak, Sebab...

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi exit tol ciawi KM 48 menuju Jalur Puncak masih dipenuhi antrean kendaraan, Selasa 19 Juni 2018. TEMPO/ADE RIDWAN

    Kondisi exit tol ciawi KM 48 menuju Jalur Puncak masih dipenuhi antrean kendaraan, Selasa 19 Juni 2018. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Bogor - Bupati Bogor Nurhayanti mendukung wacana penerapan sistem ganjil genap kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang melintasi jalur Puncak.

    Menurutnya, sistem tersebut diyakini akan mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor termasuk di jalur Puncak.

    "Sepanjang itu memberikan kelancaran terhadap lalu lintas di Puncak, tidak masalah," kata Nurhayanti di sela kegiatannya, Kamis 4 Oktober 2018 di Bogor.

    Baca : Ganjil Genap di Jalur Puncak? Polisi Jamin Tak Berimbas ke Warga

    Meski begitu, Nurhayanti mengatakan, dia tetap menunggu hasil kajian pihak kepolisian dan Kementrian Perhubungan terhadap jalur Puncak

    Nurhayanti menilai sistem buka-tutup arus kendaraan atau lalu lintas satu arah di Jalur Puncak sudah tidak efektif mengurangi kemacetan. Ia berharap keberhasilan sistem ganjil-genap diterapkan di Jakarta bisa menjadi solusi yang sama bagi Jalur Puncak.

    "Di Jakarta kemacetannya berkurang sampai 40 persen, setelah menerapkan sistem ganjil-genap," kata Nurhayanti.

    Namun ia mengakui penerapan sistem tersebut juga perlu dipersiapkan terlebih dulu oleh pemerintah daerah yang akan dipimpin Bupati dan Wakil Bupati selanjutnya, tahun depan.

    Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono mengatakan pihaknya menargetkan sebelum pergantian tahun 2018, kemacetan yang kerap terjadi di jalur puncak dapat teratasi.

    Simak pula :
    Empat Laporan yang Minta Polda Metro Jaya Usut Hoax Ratna Sarumpaet

    “Dalam waktu jangka pendek, bulan-bulan ini harus keluar solusi apa yang bisa diterapkan di jalur puncak,” kata Bambang saat dikonfirmasi Tempo, Rabu 3 Oktober 2018.

    Bambang mengatakan, hingga saat ini solusi kemacetan di jalur puncak masih belum didapati sehingga antrean kendaraan bukan hanya terjadi di hari libur, namun hari biasa pada jam padat, antrean kendaraan pada jalur tersebut mengular.

    “Ya, bisa dirasakan sendiri, bahkan pada musim lebaran kemarin saja, pengendara terjebak hingga berjam-jam,” kata Bambang tentang problem akut yang belum teratasi di jalur Puncak itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.