Senin, 17 Desember 2018

Bursa Calon Wagub DKI, Kenapa PKS Sebut Komunikasi Tak Mudah?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Wakil Gubernur Sandiaga Uno berjabat tangan saat milad Partai Amanat Nasional di Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2018. Foto:Instagram Sandiuno

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Wakil Gubernur Sandiaga Uno berjabat tangan saat milad Partai Amanat Nasional di Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2018. Foto:Instagram Sandiuno

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) masih membahas siapa calon Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta yang akan menggantikan Sandiaga Uno.

    Penasehat Fraksi PKS di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Triwisaksana menyatakan ada masalah komunikasi antar dua partai itu terkait bursa calon Wagub DKI Jakarta yang masih lowong.

    Baca : Bursa Pengganti Sandiaga Uno, Jejak Alotnya Calon Wagub DKI Jakarta

    "Ya tidak gampang ternyata komunikasinya. Jadi butuh waktu," kata Triwisaksana di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Oktober 2018.

    Meski begitu, pria yang akrab disapa Sani ini membantah pembahasan alot. Menurut Sani, kedua partai masih memerlukan waktu untuk menemukan sosok yang tepat. "Cuma butuh satu dua putaran lagi untuk mengerucutkan ini," ujar Sani.

    Dia tak menyebut kapan kedua partai memutuskan calon pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Sebab, tak ada dasar hukum yang mengatur tenggat waktu pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta pengganti.

    Kursi wakil gubernur DKI Jakarta kosong sejak Sandiaga mendampingi Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019.

    Simak juga :
    Lulung Banting Setir Caleg DPR, Ichwan Zayadi: Saya Akan Sowan

    Dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017, pasangan Anies-Sandiaga diusung oleh Partai Gerindra dan PKS. Dua partai inilah yang berhak mengajukan pengganti Sandiaga.

    Beberapa nama disebut bakal diusulkan partai untuk menggantikan Sandiaga sebagai Wagub DKI. Misalnya, dari Partai Gerindra keluar nama Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik dan keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo alias Sara Djojohadikusumo. Sementara dari PKS muncul dua nama, yaitu Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.