Fadli Zon Siap Diadukan ke Polisi - MKD Soal Hoax Ratna Sarumpaet

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat ditemui di tengah acara Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Senin, 23 Juli 2018. TEMPO/Ahmad Faiz.

    Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat ditemui di tengah acara Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Senin, 23 Juli 2018. TEMPO/Ahmad Faiz.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan siap jika dirinya dilaporkan ke kepolisian maupun ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR terkait hoax Ratna Sarumpaet menyusul pernyataannya mengaku tak dikeroyok orang tak dikenal.

    "Saya yang mendapat cerita bahwa Ratna Sarumpaet dikeroyok oleh orang tidak dikenal menjadi berempati. Ratna yang selama ini saya kenal adalah orang yang berintegritas tinggi dan selalu membela rakyat," kata Fadli Zon kepada wartawan di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis, 4 Oktober 2018.

    Baca : Cuitan Fadli Zon - Rachel Jadi Bukti Berita Hoax Ratna Sarumpaet

    Menurut Fadli Zon, ternyata pada kesempatan berikutnya, Ratna mengaku wajahnya bengkak bukan karena dikeroyok orang, melainkan karena operasi plastik.

    "Saya menyayangkan sikap Ratna Sarumpaet yang ternyata membohongi publik dengan mengaku telah dianiaya oleh orang tak dikenal," kata Wakil Ketua MPR RI ini.

    Jika pernyataannya yang membela Ratna Sarumpaet akan dilaporkan ke kepolisian atau ke MKD, dia mempersilakan.

    "Kalau saya mau dilaporkan silakan saja. Namun, yang penting penanganan oleh kepolisian tidak standar ganda," katanya.

    Fadli menceritakan bahwa dirinya pernah melaporkan politikus Partai NasDem Victor Laskodat ke keplisian. Akan tetapi, ternyata laporannya tidak ditindaklanjuti dengan alasan memiliki hak imunitas sebagai anggota DPR RI. "Jangan sampai karena saya berada di luar pemerintahan, lalu diperlakukan tidak adil," katanya.

    Ratna sebelumnya dikabarkan menjadi korban penganiayaan oleh tiga orang tak dikenal di Bandung pada 21 September lalu. Kordinator juru bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, membenarkan kabar itu. Bahkan Dahnil dengan lancar menceritakan kronologi kejadian yang menimpa Ratna.

    Simak pula :
    Hoax Ratna Sarumpaet, RSK Bina Estetika Tolak Beberkan Data ke Polisi

    Fadli Zon, melalui akun twitter sempat ikut menyebarkan kabar penganiayaan Ratna itu. Bahkan ia mengutuk keras pelaku yang menyerang Ratna. “Jahat n biadab sekali," bunyi cuitan Fadli yang diunggah pada 1 Oktober 2018.

    Menurut Fadli Zon, belakangan Partai Gerinda pun merasa dirugikan dengan sikap Ratna Sarumpaet yang melakukan pembohongan yang menjadi berita hoax.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.