Ratna Sarumpaet Pegang Dua Tiket Pesawat sebelum Ditangkap

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Tiket pesawat (pixabay.com)

    Ilustrasi Tiket pesawat (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratna Sarumpaet hendak berangkat ke Cile, Amerika Selatan menggunakan maskapai penerbangan Turkish Airlines. Informasi ini diperoleh dari foto tiket pesawat atas nama Ratna Sarumpaet yang diperoleh Tempo.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan tiket itu milik Ratna. "Iya betul," kata Argo saat dikonfirmasi, Kamis malam, 4 Oktober 2018.

    Baca: Komentar Sandiaga Uno soal Penangkapan Ratna Sarumpaet

    Tempo menerima foto dua tiket pesawat atas nama Ratna Sarumpaet. Tiket pertama tertulis bahwa Ratna akan berangkat dari Istanbul, Turki menuju Sao Paulo, Brasil. Jadwal keberangkatan pada 5 Oktober 2018 pukul 08.40 waktu setempat dengan nomor kursi 26C.

    Sementara tiket kedua tercantum keberangkatan lanjutan. Rutenya dari Sao Paulo ke Santiago, Cile. Ratna memperoleh nomor kursi 14D dan dijadwalkan berangkat pukul 18.50 waktu setempat.

    Baca: Polres Bandara Sebut Ratna Sarumpaet Akan Bertolak ke Cile

    Ratna akan berangkat ke Cile, Amerika Selatan Kamis malam, 4 Oktober 2018 pukul 21.00 WIB. Kepolisian Resor Bandara Soekarno Hatta mencegahnya pergi setelah mendapat informasi dari penyidik Polda Metro Jaya.

    Kepala Subdit Jatanras Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Jerry Siagian mengatakan polisi menetapkan Ratna tersangka setelah tak memberi kabar kepada penyidik akan pergi ke luar negeri.

    Baca: Jadi Tersangka, Ratna Sarumpaet Bungkam Saat Tiba di Polda

    Polisi menjerat Ratna Sarumpaet dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Mantan juru kampanye timses Prabowo - Sandiaga itu juga dijerat Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik atas penyiaran kebohongan yang dilakukannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.