Minggu, 16 Desember 2018

Gagal ke Cile, Ratna Sarumpaet Diminta DKI Kembalikan Rp 70 Juta

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratna Sarumpaet. TEMPO/Subekti

    Ratna Sarumpaet. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri Pemerintah DKI Jakarta Muhammad Mawardi mengatakan tersangka berita bohong atau hoax, Ratna Sarumpaet, harus mengembalikan uang sebesar Rp 70 juta yang ia terima dari Pemerintah DKI Jakarta.

    Baca juga: Anies Baswedan Jelaskan Uang Rp 70 Juta untuk Ratna Sarumpaet

    Uang itu, kata Mawardi, akan digunakan Ratna Sarumpaet untuk akomodasi dan transportasi selama mengikuti konferensi The 11th Women Playrights International Conference 2018 di Cile, Amerika Selatan. "Kalau tidak jadi berangkat, harus dikembalikan uangnya," ujar Mawardi, Jumat, 5 Oktober 2018. 

    Menurut Mawardi, Biro Administrasi DKI Jakarta akan melakukan penghitungan dana yang mungkin sudah terpakai oleh Ratna Sarumpaet, seperti pembelian tiket pesawat. Setelah penghitungan selesai, maka akan muncul total uang yang harus dikembalikan oleh Ratna Sarumpaet. 

    "Ratna juga harus memberikan laporan tidak jadi berangkat karena suatu hal," ujar Mawardi. Namun, Mawardi tak menjelaskan tenggat waktu pengembalian dana itu. 

    Dalam surat bertanggal 31 Januari 2018, Ratna Sarumpaet mengajukan permohonan sponsor kepada Pemerintah DKI Jakarta. Dalam surat itu, Ratna mengatakan dirinya adalah anggota senior dalam kongres, sehingga ia ingin mengikuti konferensi itu kembali. 

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lalu menyetujui pengajuan dana itu. Uang perjalanan dinas sebesar Rp 70 juta diberikan Pemerintah DKI Jakarta kepada Ratna Sarumpaet.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro mengatakan dana itu untuk membiayai akomodasi Ratna Sarumpaet yang akan menghadiri Women Playwrights International Conference 2018 di Santiago, Cile.

    Namun, saat Ratna Sarumpaet akan berangkat ke Cile seorang diri dengan maskapai penerbangan Turkish Airlines, ia gagal terbang, karena Kepolisian Resor Bandara Soekarno Hatta menahan Ratna di Terminal 2 Bandara Soekarno – Hatta pada Kamis, 4 Oktober 2018 pukul 21.00 WIB.

    Baca juga: Cerita Para Tetangga yang Kasihan Terhadap Ratna Sarumpaet

    Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka berita bohong atau hoax. Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Daerah Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Jerry Siagian menjelaskan, polisi menetapkan Ratna Sarumpaet tersangka setelah mengetahui aktivis itu akan berangkat ke luar negeri.

    Sebab, Ratna Sarumpaet mangkir pemeriksaan sebagai saksi pada Senin, 1 Oktober 2018. Ratna Sarumpaet tak memberikan keterangan kepada penyidik soal rencananya pergi ke Cile. "Makanya kita lakukan penangkapan malam ini karena panggilan kita tidak diindahkan," ujar Jerry.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".